nasional

Setelah Penobatan Paku Buwono XIV Purbaya sebagai Raja Baru, Bagaimana Masa Depan Keraton Surakarta?

Minggu, 16 November 2025 | 15:05 WIB
Setelah Penobatan Paku Buwono XIV Purbaya sebagai Raja Baru, Bagaimana Masa Depan Keraton Surakarta? (ANTARA FOTO/Maulana Surya )

TITIKTEMU.CO -  Penobatan KGPAA Purbaya sebagai Paku Buwono XIV pada Sabtu 15 November 2025, menandai dimulainya era baru kepemimpinan di pusat budaya Jawa Keraton Surakarta.

Meski berlangsung tertutup dan di tengah konflik, upacara penuh paugeran adat menjadi sorotan publik, terutama karena adanya klaim gelar raja lain dari kubu berbeda.

Prosesi jumenengan berlangsung di Ndalem Ageng Probosuyoso. Usai prosesi internal, PB XIV Purbaya melakukan kirab menuju Siti Hinggil, dan membacakan sabda raja, mengukuhkan statusnya sebagai raja sah.

Baca Juga: Keraton Solo: Jumenengan PB XIV Sah dan Final!  

Penegasan Kesahan Jumenengan PB XIV Purbaya

GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, putri tertua PB XIII sekaligus juru bicara Keraton, menegaskan bahwa seluruh rangkaian penobatan telah mengikuti paugeran atau aturan adat.

Menurutnya, persiapan jumenengan telah dilakukan sejak lama, termasuk mengumpulkan syarat-syarat adat yang diperlukan sebelum seorang calon dinobatkan sebagai raja.

“Semua sudah sesuai paugeran. Upacara di Ndalem Ageng tidak bisa kami sampaikan karena itu bersifat sakral. Yang pasti Sinuhun melakukan semedi untuk memohon restu leluhur,” ujarnya.

Baca Juga: Sejarah Keraton Surakarta: Ketika Paku Buwono IV Dikepung VOC, Hamengkubowono I dan Mangkunegara   

Revitalisasi Budaya dan Bebadan Baru

Setelah resmi bertakhta, apa langkah pertama Paku Buwono XIV? GKR Rumbay menyebut PB XIV Purbaya sudah lama berdiskusi tentang masa depan keraton, bahkan sejak PB XIII masih hidup.

Fokus utamanya adalah revitalisasi menyeluruh, terutama pada bidang budaya dan tata kelembagaan.

“Sinuhun fokus pada revitalisasi. Mulai dari budaya tari, perpustakaan, hingga seni-seni yang selama ini masih tersimpan di dalam keraton,” jelasnya.

Perpustakaan Keraton Solo disebut memiliki banyak naskah dan artefak penting yang belum tersentuh. Selain itu, seni pedalangan, keris, wayang, dan warisan budaya lain akan menjadi prioritas untuk digali.

Halaman:

Tags

Terkini