Rencana revitalisasi berikutnya adalah pemugaran bangunan ikonik Panggung Sangga Buwana, simbol kemegahan dan spiritualitas Kasunanan Surakarta.
Baca Juga: Tari Bedhaya Ketawang, Tarian Sakral Keraton Surakarta
Menunjuk Putra Mahkota
Dalam upacara Tingalan Jumenengan Dalem ke-18 pada 27 Februari 2022, PB XIII menobatkan putranya, KGPH Puruboyo, sebagai putra mahkota Keraton Surakarta.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga mengukuhkan istrinya, GKR Pakubuwana XIII (Asih Winarni), sebagai permaisuri resmi.
Langkah ini menjadi simbol kesiapan PB XIII untuk menyiapkan regenerasi dan memastikan kesinambungan kepemimpinan di lingkungan keraton, sesuatu yang sebelumnya menjadi sumber konflik panjang.
Warisan dan Keteladanan
Di balik segala dinamika yang terjadi, PB XIII meninggalkan warisan penting berupa perdamaian, pelestarian budaya, dan revitalisasi fisik keraton.
Selama dua dekade pemerintahannya, ia berhasil mengembalikan martabat Kasunanan Surakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa yang hidup dan dihormati.
Ketekunannya menjaga nilai-nilai tradisi di tengah arus modernisasi menjadikan PB XIII dikenang sebagai Raja Pemersatu, bukan hanya bagi keluarga besar keraton, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Solo.
Kini, setelah Sang Raja berpulang pada 2 November 2025, perjalanan panjangnya akan selalu diingat sebagai bagian penting dalam sejarah Surakarta.
Paku Buwono XII hangabehi bukan hanya seorang raja, melainkan juga penjaga budaya dan simbol keteguhan dalam menjaga warisan leluhur di Tanah Jawa.***