nasional

Tamparan di Dapur Gizi: Ketika Emosi Pejabat Menguji Batas Kemanusiaan

Jumat, 31 Oktober 2025 | 12:49 WIB
Tangkapan layar saat Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya memukul Kepala SPPG Desa Sagoe. (Instagram/rencongdaily)

TITIKTEMU.CO - Sebuah peristiwa mengejutkan datang dari Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Wakil Bupati Hasan Basri harus menyampaikan permintaan maaf terbuka setelah dirinya terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Muhammad Reza.

Insiden tersebut terjadi saat kunjungan kerja ke dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, pada 30 Oktober 2025.

Alih-alih menjadi momen pembinaan, kunjungan itu berubah menjadi ketegangan di depan para petugas dan relawan.

Dalam sebuah video berdurasi 45 detik yang beredar di media sosial, Hasan tampak mengakui kesalahannya.
Dengan nada menyesal, ia mengatakan,

> “Saya memohon maaf atas kekhilafan saya terhadap Ananda Reza, juga kepada keluarga dan tim SPPG Trienggadeng.”

Permintaan maaf itu menjadi upaya untuk meredam reaksi publik yang memandang tindakan tersebut sebagai pelanggaran etika seorang pejabat daerah.

Baca Juga: Mindfulness Bukan Sekadar Tren: Cara Tetap Waras di Dunia yang Terlalu Cepat

BGN: “Kekerasan Tidak Pernah Bisa Dibenarkan”

Menanggapi kasus ini, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras perilaku kekerasan terhadap petugas lapangan.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa lembaganya tidak akan mentolerir tindakan semacam itu.

“Program MBG dijalankan dengan semangat kemanusiaan dan gotong royong.

Kekerasan terhadap petugas mencederai nilai profesionalisme dan moralitas,” tegas Sony dalam pernyataannya di Jakarta.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN lainnya, Nanik S. Deyang, menyebut bahwa BGN telah mengirim tim pemantauan dan pengawasan ke lokasi untuk mendampingi korban serta memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.

Halaman:

Tags

Terkini