nasional

Dikritik Ahli Gizi, BGN: Spageti dan Burger Permintaan Siswa yang Bosan dengan Nasi

Sabtu, 27 September 2025 | 13:23 WIB
Dikritik Ahli Gizi, BGN: Spageti dan Burger Permintaan Siswa yang Bosan dengan Nasi. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

TITIKTEMU.CO - Program Makanan Bergizi (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perdebatan muncul terkait menu spageti dan burger yang dianggap tidak sesuai dengan konsep makanan lokal.

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa menu tersebut bukan konsumsi harian siswa, melainkan permintaan khusus karena anak-anak tidak bosan dengan nasi sebagai sumber utama karbohidrat.

Isu ini mencuat setelah ahli gizi Tan Shot Yen menyampaikan kritik terkait pemilihan menu MBG. Menurutnya, spageti dan burger bukan makanan lokal yang mencerminkan kekayaan pangan Indonesia.

Baca Juga: Tangis Nanik Deyang dan Gelombang Kasus Keracunan MBG: BGN Janji Evaluasi Total di Tengah Krisis Kepercayaan 

Tan menyampaikan kekhawatirannya bahwa kebijakan tersebut justru menjauhkan anak-anak dari pangan tradisional daerah, padahal potensi bahan makanan lokal sangat berlimpah.

Dia menyarankan agar 80 persen menu MBG diisi dengan makanan berbasis kearifan lokal. Contohnya, ikan kuah asam yang populer di Papua, atau kapurung, makanan khas Sulawesi berbahan dasar sagu.

Dengan begitu, anak-anak dapat mengenal dan mencintai makanan dari daerah masing-masing. Bukan malah mengenalkan dengan makanan dari luar.

Baca Juga: Keracunan Massal MBG Kembali Terjadi, 70 Siswa di Sumedang Jadi Korban hingga Polri dan DPR Turun Tangan 

Jawaban BGN

Menanggapi kritik tersebut, Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan bahwa spageti dan burger bukan menu wajib yang setiap hari diberikan kepada siswa.

Menurut dia, menu tersebut hanya muncul sebagai bentuk variasi dan kreativitas dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah.

“Mohon maaf, ada yang mengkritik, ‘Masa ada spageti? Masa ada burger diberikan, apa gizinya?’ Jadi itu tidak selalu. Anak-anak punya kreativitas agar tidak bosan nasi,” jelas Nanik dilansir dari Antara, Sabtu, 27 September 2025.

Nanik menambahkan siswa diberikan kesempatan untuk meminta menu tertentu sekali dalam seminggu. Dari sinilah muncul permintaan spageti dan burger.

Kedua menu itu dianggap sebagai cara untuk mencegah kejenuhan anak terhadap nasi, tanpa menghilangkan esensi gizi seimbang yang menjadi tujuan utama program MBG.

Halaman:

Tags

Terkini