2. Pertumbuhan Ekonomi di Bawah Target
Di kuartal ini, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat di bawah 5%, terlalu lemah untuk menyerap tenaga kerja secara masif.
Dalam politik ekonomi, angka 5% adalah garis batas antara harapan dan kekhawatiran.
3. Ekspektasi yang Terlampau Tinggi
Terpilihnya Prabowo dengan dukungan besar memantik harapan rakyat yang menjulang.
Namun teori psikologi politik mengingatkan: semakin tinggi harapan, semakin keras bunyi kecewa saat realitas belum menyusul.
4. Gelombang PHK Masif
Hanya dalam dua bulan pertama tahun ini (1 Januari – 10 Maret), 73.992 kasus PHK tercatat oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia.
Di balik angka itu ada cerita anak putus sekolah, cicilan rumah macet, dan warung yang tak jadi buka.
PHK tak hanya melanda buruh, industri hotel dan restoran, tapi juga pekerja intelektual seperti wartawan.
Baca Juga: PT Tangguh Niaga Karya: Lowongan Kerja National Sales Manager, Penipuan atau Resmi?
Mengapa Kepuasan Tetap Tinggi di Tengah Dua Rapor Merah?
Paradoks ini menarik: meski tekanan ekonomi dirasakan luas, tingkat kepuasan terhadap pemerintahan tetap tinggi.
Sebanyak 81,2% responden menyatakan puas atau sangat puas terhadap Prabowo–Gibran.
Ada empat penjelasan untuk fenomena ini: