nasional

Pemerintah Berupaya Tekan Biaya Haji 2025, Layanan Tetap Terjaga

Sabtu, 28 Desember 2024 | 09:35 WIB
Pemerintah Indonesia melalui kementerian agama berupaya menekan biaya haji agar lebih murah dengan tetap menjaga kualitas pelayanannya (kemenag.go.id)

TITIKTEMU.CO-Dalam upaya memberikan pengalaman ibadah haji yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bersama Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Syafi’i mengumumkan komitmen pemerintah untuk menekan biaya haji tahun 1446 H/2025 M.

Dalam pertemuan dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Istana Kepresidenan Jakarta, Menag menegaskan bahwa efisiensi biaya tidak berarti menurunkan standar layanan.

Kualitas Tetap Jadi Prioritas

“Murah bukan berarti murahan,” tegas Menag Nasaruddin Umar, Jumat (27/12/2024).

Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN di PT Pertamina Training and Consulting (PTC): Peluang Berkarier di Berbagai Kota Indonesia

Ia memastikan bahwa upaya efisiensi tidak akan menyentuh aspek-aspek yang berisiko menurunkan kenyamanan jemaah.

"Misalnya, pesawat yang digunakan harus tetap sesuai standar keselamatan. Kita tidak akan mencari yang murah tetapi justru mengorbankan keamanan,” lanjutnya.

Pemerintah juga menggarisbawahi pentingnya menjaga standar fasilitas dan pelayanan, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi di tanah suci.

Hal ini dilakukan agar jemaah tetap mendapatkan pengalaman ibadah yang khusyuk dan nyaman.

Baca Juga: Fokus Upaya Penambahan Kuota Petugas Haji 1446 H oleh Kementerian Agama

Strategi Efisiensi Biaya

Salah satu langkah efisiensi yang tengah dikaji adalah mempersingkat masa tinggal jemaah haji di Arab Saudi.

Masa tinggal yang lebih pendek diharapkan dapat mengurangi beban biaya operasional harian yang cukup signifikan. “Setiap hari tinggal di sana memiliki biaya yang tidak kecil.

Jadi, jika masa tinggal bisa disesuaikan tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah, itu akan menjadi opsi efisiensi yang baik,” kata Menag.

Halaman:

Tags

Terkini