nasional

Menyelami Kelamnya G30S/PKI, Sederet Fakta Sejarah dan Transisi Kekuasaan Presiden RI Setelahnya

Selasa, 1 Oktober 2024 | 14:21 WIB
Potret Monumen Pancasila di Jakarta (Potret MoInstagram.com/@monumenpancasilasakti)

Letkol Untung menunjuk Lettu Dul Arief sebagai ketua pelaksanaan penculikan para jenderal dan perwira tinggi militer.

Pada 1 Oktober 1965 dini hari, pasukan Cakrabirawa dan anggota PKI bergerak dari Halim Perdanakusuma menuju rumah para perwira tinggi militer.

Baca Juga: Agustina WP, Calon Wali Kota Semarang Ini Fokus Pada Isu Mental Health di Program Perempuan Mendengar

Pasukan Cakrabirawa memulai aksinya dengan target melakukan aksi penculikan terhadap 7 jenderal.

Dalam aksi penculikan, tiga jenderal yaitu Ahmad Yani, MT Haryono, dan DI Panjaitan dibunuh di rumah mereka.

Sementara itu, perwira lainnya yaitu Soeprapto, S. Parman, dan Sutoyo ditangkap hidup-hidup dan kemudian dibunuh oleh para anggota PKI.

Baca Juga: Tanggal Berapa BPNT Oktober 2024 Cair? Cek Daftar Penerima Bansos Sekarang Dengan Mudah Disini

Sementara itu, satu target lainnya yaitu Jenderal AH Nasution berhasil melarikan diri dan lolos ketika pasukan Cakrabirawa mengepung rumahnya.

Namun, ajudannya bernama Lettu Pierre Tendean, tertangkap dan kemudian dibawa ke Lubang Buaya untuk dibunuh oleh anggota PKI.

Transisi Kekuasaan Presiden RI Pasca G30S/PKI

Pada 7 Maret 1967, MPRS mencabut mandat Soekarno sebagai Presiden RI dan dimulainya peristiwa Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret).

Baca Juga: Mudahkan Masyarakat Beli Tiket, BRI dan PELNI Hadirkan Layanan Reservasi Tiket Kapal Laut

Soekarno memberikan mandat kepada Soeharto yang berpangkat sebagai Jenderal TNI AD. Pemberian mandat kepada Soeharto ini untuk memulihkan keamanan dan politik yang saat itu kacau pasca peristiwa G30S/PKI.

Supersemar yang dikeluarkan Soekarno kepada Soeharto pada tanggal 11 Maret 1966 itu, pada akhirnya mengantarkan Soeharto ke kursi Presiden RI satu tahun setelahnya.

Baca Juga: Tampil Imbang, Indonesia Lolos ke Piala Asia U-20 2025

Halaman:

Tags

Terkini