Camat Lamba Leda Utara Agustinus Supratman Mundur Usai Viral Marahi Petugas BNPB soal Bantuan Gempa NTT

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman saat memarahi petugas BNPB terkait distribusi bantuan korban gempa NTT. (Instagram/jakarta.global.city)
Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman saat memarahi petugas BNPB terkait distribusi bantuan korban gempa NTT. (Instagram/jakarta.global.city)

Meski tidak lagi menjabat sebagai camat, Agustinus memastikan dirinya tidak akan meninggalkan masyarakat, terutama warga yang terdampak bencana gempa.

Ia menyatakan akan tetap terlibat dalam membantu masyarakat dengan memilih menjadi relawan di wilayah Lamba Leda Utara.

Dalam surat pengunduran dirinya, Agustinus menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan berarti dirinya menghindari tanggung jawab di tengah kondisi masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan.

“Sebagai jaminan saya tidak lari dari tanggung jawab dalam situasi ini, saya memilih menjadi relawan untuk membantu sesama di Lamba Leda Utara,” tulis Agustinus dalam surat tersebut.

Ia menyadari bahwa pengunduran diri di tengah situasi bencana bukanlah keputusan yang mudah. Namun, menurutnya, langkah tersebut harus diambil demi kepentingan masyarakat yang lebih luas.

“Keputusan ini memang tidak elok di tengah situasi seperti ini. Namun, keputusan ini harus diambil untuk kebaikan bersama dan untuk kepentingan Lamba Leda Utara yang lebih besar,” lanjutnya.

Baca Juga: Viral Jukir di Palu Diduga Ditembak Orang Tak Dikenal, Polisi Periksa CCTV di Lokasi

Sebelumnya Viral Protes Petugas BNPB

Sebelum memutuskan mundur, Agustinus sempat menjadi perhatian publik setelah video dirinya memprotes seorang petugas BNPB terkait distribusi bantuan logistik untuk korban gempa NTT viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Agustinus terlihat menyampaikan keberatannya mengenai pembagian bantuan yang harus dilakukan secara merata kepada masyarakat di wilayahnya.

Ia mengaku menghadapi tekanan karena harus memastikan bantuan dapat dibagikan secara adil kepada warga di 11 desa.

“Pak supaya orang dengar di sana, banyak bantuan di sini. Mana pak? Ini pak punya bantuan ini? 21.721 jiwa harus dibagi rata,” ujar Agustinus dalam video yang beredar.

Ia juga mengungkapkan beban yang dirasakan karena harus menangani kebutuhan masyarakat di tengah kondisi bencana.

“Saya ditekan, saya bagi rata 11 desa, saya stres. Saya tidak kuat lagi, harus urus masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Viral Warga Surabaya Diminta Bayar Rp1 Juta saat Urus Motor Bukti Kecelakaan, Polisi: Pengambilan Gratis

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X