Dalam video tersebut, para siswa terdengar kompak memberikan semangat kepada rombongan yang hendak menyeberangi sungai.
“Ayo maju-maju, jangan ragu-ragu,” terdengar lantunan yel-yel yang dinyanyikan para siswa SDN Oelbaf.
Yel-yel sederhana tersebut justru menjadi bagian yang paling mencuri perhatian. Keceriaan para siswa seolah menggambarkan optimisme mereka di tengah kondisi lingkungan yang tidak mudah.
Bagi para siswa, sungai tersebut bukan hanya bagian dari lanskap wilayah tempat tinggal mereka. Jalur perairan itu juga menjadi bagian dari perjalanan sehari-hari untuk menuntut ilmu.
Viral di Media Sosial, Soroti Akses Pendidikan di Pelosok NTT
Video penyambutan siswa dari seberang sungai tersebut kemudian ramai mendapat perhatian publik di media sosial.
Baca Juga: Karhutla Landa Gunung Geulis Sukabumi, 4 Hektare Ladang dan Hutan Bambu Terbakar
Momen itu dinilai menyentuh karena memperlihatkan semangat anak-anak untuk tetap bersekolah meski kondisi geografis menjadi salah satu tantangan yang harus mereka hadapi.
Antusiasme para siswa saat menyambut pejabat daerah juga menjadi gambaran bahwa keterbatasan akses tidak serta-merta memadamkan semangat mereka untuk mendapatkan pendidikan.
Hingga artikel ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi lebih lanjut dari Dinas Pendidikan terkait kondisi akses menuju SDN Oelbaf maupun langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi tantangan jalur perairan yang dilalui para siswa tersebut.
Kisah para siswa SDN Oelbaf ini pun menjadi pengingat bahwa semangat menuntut ilmu dapat tumbuh kuat, bahkan di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi anak-anak di wilayah pelosok Indonesia.***
Artikel Terkait
5 Rekomendasi HP Terbaik untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan yang Mudah Digunakan
Karhutla Landa Gunung Geulis Sukabumi, 4 Hektare Ladang dan Hutan Bambu Terbakar
Karhutla Makin Parah, Warga Riau Gelar Shalat Istisqa hingga 916 Hektare Lahan Jambi Terbakar
Nasaruddin Umar Diisukan Mundur dari Menag, Disebut Siap Maju Jadi Ketum PBNU
Dana Jurnalisme untuk Siapa? Jangan Lupakan Puluhan Ribu Media Belum Terverifikasi Dewan Pers