Secara kumulatif selama 17-19 Agustus, terdeteksi 750 hotspot berkepercayaan tinggi di tiga provinsi tersebut. Kalimantan Barat mencatat 367 titik, Kalimantan Tengah 343 titik, sedangkan Kalimantan Selatan 40 titik.
Angka ini menjadi pengingat bahwa karhutla Kalimantan tidak hanya berkaitan dengan munculnya api, tetapi juga kondisi alam yang membuat api lebih mudah berkembang. Karena itu, BMKG menekankan pentingnya mitigasi dan pemantauan titik api secara berkelanjutan, terutama selama kondisi kemarau dan El Niño masih kuat.***
Artikel Terkait
Kabut Asap Karhutla Selimuti Banjarbaru, Jarak Pandang Cuma 5-10 Meter: Warga Khawatir Kecelakaan
Viral Remaja 17 Tahun Padamkan Karhutla di Palangka Raya Pakai Kostum Superman, Ini Alasannya
Viral Mahasiswi Unesa Nyaris Putus Kuliah Gegara Desil, Sempat Terdata Karyawati Padahal Masih Sekolah
Viral Dua Pendaki Diduga Mandi Pakai Sabun di Sungai Qolbu Gunung Argopuro, Padahal Sudah Ada Larangan
KRL Bogor dan Tangerang Alami Gangguan, 18 Perjalanan Terlambat hingga 1 Jam Lebih, TransJakarta Tambah Armada
Update Gempa NTT: Jalan Trans Flores Retak dan Terancam Putus, Mobil Bermuatan Berat Dilarang Melintas
Gempa M 3,6 Guncang Bantul DIY, 20 Perjalanan Kereta Api Sempat Berhenti Luar Biasa