TITIKTEMU.CO – Kasus dugaan penyelundupan narkotika oleh seorang kopilot maskapai asing asal Malaysia menjadi sorotan publik setelah berhasil digagalkan petugas Bea Cukai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
Pria berinisial MS, yang diketahui merupakan warga negara Malaysia dan mengenakan seragam kopilot saat tiba di Indonesia, diduga membawa puluhan kilogram narkotika yang disembunyikan di dalam koper miliknya.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 70.114 butir narkotika golongan I jenis MDMA (ekstasi) dengan berat sekitar 26 kilogram, serta 4 gram sabu.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, menjelaskan bahwa kasus tersebut terungkap saat petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan penumpang internasional menggunakan mesin X-ray di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta.
"Hasil analisis pemindaian menunjukkan adanya koper yang mencurigakan dan kemudian diketahui dibawa oleh penumpang berkewarganegaraan Malaysia berinisial MS yang mengenakan seragam kopilot," ujar Djaka.
Terciduk Bawa 26 Kilogram Ekstasi
Setelah koper tersebut dinilai mencurigakan, petugas kemudian mengarahkan MS ke ruang pemeriksaan Bea Cukai untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dari pemeriksaan mendalam, ditemukan 14 bungkus besar berisi puluhan ribu butir ekstasi yang disembunyikan di dalam koper pelaku. Selain itu, petugas juga menemukan sabu seberat sekitar 4 gram di dalam tas milik MS.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MS mengaku diminta seseorang untuk membawa narkotika tersebut ke Jakarta dengan imbalan 50.000 Ringgit Malaysia, atau sekitar Rp220,6 juta.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran Hotel Pullman Jakarta Barat, 14 Unit Damkar dan 70 Personel Dikerahkan ke Lokasi
Jaringan Masih Didalami
Penyidik juga mengungkap bahwa setibanya di Jakarta, barang haram tersebut diduga akan diserahkan kepada seseorang yang identitasnya masih dalam proses penyelidikan dan diduga merupakan warga negara Malaysia.
Dalam pemeriksaan, MS mengaku bukan kali pertama menjalankan aksi serupa. Ia menyebut pernah dua kali mengirim narkotika, yakni satu kali ke Sabah dan satu kali dalam pengiriman yang berhasil digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta.
Artikel Terkait
Pertamina Turunkan Harga Pertamax per 1 Agustus 2026, Simak Daftar Lengkap BBM Terbaru di Berbagai Daerah
Sidny Lopes Cabral Raih Hyundai Goal of the Tournament di Piala Dunia 2026, Gol Spektakuler ke Gawang Argentina Curi Perhatian Dunia
Profil Ali Nurdin dan Don Ritto Disorot dalam Isu Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Berikut Rekam Jejak dan Fakta Terbarunya
Kronologi Kebakaran Hotel Pullman Jakarta Barat, 14 Unit Damkar dan 70 Personel Dikerahkan ke Lokasi
Update Dugaan Keracunan Massal MBG di SMKN 6 Semarang: 707 Siswa dan Guru Alami Gejala, Dinkes Masih Selidiki Penyebabnya