Viral Banner 'Stop Penyimpangan' di SMAN 1 Solok Selatan, Siswa Sampaikan Aspirasi usai Dugaan Pelecehan Oknum Guru

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Kamis, 30 Juli 2026 | 06:23 WIB
Viral aksi siswa SMAN 1 Solok Selatan demo di lapangan sekolah. (Instagram/infosolsel)
Viral aksi siswa SMAN 1 Solok Selatan demo di lapangan sekolah. (Instagram/infosolsel)

TITIKTEMU.CO – Aksi sejumlah siswa SMAN 1 Solok Selatan menjadi sorotan publik setelah video mereka membentangkan banner bertuliskan "Stop Penyimpangan" viral di media sosial. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi atas dugaan tindakan tidak pantas yang melibatkan seorang oknum guru di sekolah tersebut.

Rekaman yang beredar memperlihatkan para siswa menggelar aksi damai di lingkungan sekolah seusai pelaksanaan upacara bendera pada Senin, 27 Juli 2026. Video tersebut kemudian ramai dibagikan, salah satunya melalui akun Instagram @infosolsel, sehingga memicu perhatian luas dari masyarakat.

Aksi Dipicu Dugaan Pelecehan oleh Oknum Guru

Berdasarkan informasi yang beredar, aksi para siswa diduga dipicu oleh dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang oknum guru olahraga terhadap peserta didik.

Dalam unggahan yang beredar di media sosial disebutkan bahwa para siswa menuntut agar dugaan pelanggaran tersebut ditangani secara serius demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Baca Juga: Mahfud MD Kritik Sayembara Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi, Ingatkan Bahaya Anarki dan Salah Sasaran

Selain itu, beredar pula informasi mengenai dugaan percakapan melalui pesan singkat antara oknum guru dan seorang siswa yang menjadi perhatian warga sekolah. Dugaan tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari proses pendalaman oleh pihak terkait.

Beberapa unggahan di media sosial juga mengklaim bahwa persoalan serupa telah lama menjadi keresahan di lingkungan sekolah, meski kebenarannya masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Perwakilan Siswa Diberi Kesempatan Menyampaikan Aspirasi

Dalam video yang beredar, terdengar pengumuman melalui pengeras suara yang meminta lima orang perwakilan siswa untuk berdialog langsung dengan pihak sekolah.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menampung aspirasi para siswa sekaligus menjaga situasi di lingkungan sekolah tetap kondusif selama proses penanganan berlangsung.

Baca Juga: Viral Dugaan Geng Motor di Balik Kematian Satpam Waduk Jatiluhur, Polisi Masih Telusuri Fakta dan Bukti

Pemkab Solok Selatan Turun Tangan

Kasus yang menjadi perhatian publik itu juga telah mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X