Menurutnya, sebagai objek vital yang berperan penting dalam pengendalian sumber daya air bagi wilayah Bekasi, Karawang hingga Jakarta, kawasan waduk seharusnya dilengkapi sistem keamanan yang memadai.
Selain pemasangan CCTV di berbagai titik, Dedi juga menilai perlu adanya command center yang beroperasi selama 24 jam untuk memantau aktivitas di kawasan tersebut.
Ia juga menyoroti kondisi penerangan di sekitar waduk yang dinilai masih kurang sehingga berpotensi mengganggu sistem pengamanan.
Polisi Optimistis Kasus Bisa Diungkap
Meski menghadapi sejumlah kendala, Polres Purwakarta menyatakan tetap optimistis dapat mengungkap pelaku dalam kasus tersebut.
Keyakinan itu disampaikan saat Dedi Mulyadi menanyakan langsung perkembangan penyelidikan dan peluang pengungkapan perkara.
Satpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah jasad Sumarna ditemukan mengapung di perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat, 24 Juli 2026.
Saat dievakuasi, korban masih mengenakan seragam satpam dengan kedua tangan dalam kondisi terborgol, sehingga memunculkan berbagai spekulasi mengenai penyebab kematiannya.
Hingga kini, polisi masih melanjutkan penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti, memeriksa para saksi, menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta menunggu hasil lengkap pemeriksaan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.***
Artikel Terkait
Slavko Vincic Resmi Pensiun usai Pimpin Final Piala Dunia 2026, Tinggalkan Jejak Bersejarah di Dunia Wasit
Gol Sidny Lopes Cabral ke Gawang Argentina Terpilih Jadi Gol Terbaik Piala Dunia 2026, Begini Momen Spektakulernya
Usai Piala Dunia 2026, Prancis, Jerman hingga Italia Berburu Pelatih Baru: Zidane, Klopp dan Guardiola Jadi Sorotan
Polisi Bantah Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak, Viral usai Beredar di Media Sosial
Update Kasus Sutrimo yang Dikaitkan dengan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, CCTV hingga Data Medis Masih Didalami