Promedia Group Gelar Webinar Strategi Konten Digital, Kupas Tuntas Cara Meningkatkan Engagement di Berbagai Platform

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Jumat, 17 Juli 2026 | 22:15 WIB
Webinar ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’ oleh Promedia Group. (Dok. Promedia)
Webinar ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’ oleh Promedia Group. (Dok. Promedia)

Adapun Facebook dinilai memiliki karakteristik tersendiri karena didominasi pengguna usia dewasa, banyak komunitas aktif, serta lebih efektif menggunakan pendekatan storytelling dan penyematan tautan artikel.

Menurut Agil, karena media sosial identik sebagai ruang hiburan, umur sebuah konten cenderung singkat sehingga kreator harus mampu menyesuaikan strategi distribusinya.

Baca Juga: Kelangkaan BBM di Sumut Masih Berlanjut, Antrean SPBU Mengular hingga UMKM Terancam Terdampak

Fokus pada Satu Platform atau Maksimalkan Semua?

Agil juga membahas dilema yang kerap dihadapi kreator konten, yakni memilih fokus pada satu platform atau aktif di berbagai media sosial sekaligus.

Menurutnya, mengelola satu platform memang lebih efisien dari sisi waktu dan tenaga. Namun di sisi lain, peluang menjangkau audiens dari platform lain menjadi terbatas.

Sebaliknya, hadir di banyak platform memungkinkan jangkauan yang lebih luas, tetapi membutuhkan strategi berbeda karena setiap media sosial memiliki format dan perilaku pengguna yang tidak sama.

Karena itu, ia menyarankan agar proses pembuatan konten selalu diawali dengan riset topik dan penyusunan kerangka materi.

Konten panjang dapat dipublikasikan di website atau blog pribadi, kemudian dipecah menjadi utas untuk X dan Threads, infografis untuk Instagram, video singkat di TikTok, hingga YouTube Shorts.

Baca Juga: Kronologi Ledakan Gudang Amunisi TNI di Madiun, 7 Personel Terluka dan 1 Meninggal Dunia

Website Tetap Penting di Tengah Dominasi Media Sosial

Selain membahas media sosial, webinar ini juga mengulas pentingnya website sebagai pusat distribusi konten digital.

Agil menjelaskan bahwa pengunjung website umumnya datang dengan tujuan mencari informasi secara spesifik melalui mesin pencari.

Artikel evergreen, berita yang sedang tren, maupun breaking news menjadi sumber utama trafik sebuah website.

Berbeda dengan media sosial yang memiliki siklus konten relatif singkat, artikel di website dapat terus ditemukan pembaca dalam jangka panjang selama masih relevan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X