Ia mengaku sempat mengingatkan Prabowo agar berhati-hati dalam menentukan besaran defisit anggaran karena dapat memengaruhi kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi nasional.
Menurutnya, Presiden menerima masukan tersebut dan kemudian menyesuaikan arah kebijakan fiskal pemerintah.
"Beliau bisa menerima masukan, menyerap berbagai pendapat, lalu menerapkannya dengan baik. Sekarang justru beliau menginginkan defisit anggaran ditekan, tetapi saya menyampaikan bahwa ekonomi masih membutuhkan stimulus sehingga penurunannya dilakukan secara bertahap," jelasnya.
Purbaya menilai banyak masyarakat salah memahami cara Presiden mengambil keputusan karena tidak mengetahui proses diskusi yang terjadi di internal pemerintahan.
"Presiden itu pintar, jadi jangan takut menyampaikan masukan. Beliau mau mendengarkan dan mempertimbangkannya," tegasnya.
Singgung Strategi Sumitronomics
Selain membahas APBN, Purbaya juga menyinggung arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo yang menurutnya mengadopsi konsep Sumitronomics.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan, serta menciptakan pemerataan pembangunan.
Menurut Purbaya, setiap kebijakan baru memang memiliki risiko. Namun, pemerintah memilih terus melakukan perbaikan secara bertahap dibanding mempertahankan pola lama yang dinilai kurang efektif.
"Setiap langkah baru pasti memiliki risiko. Yang penting berani mengambil keputusan dan terus memperbaikinya ke depan," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Hotman Paris Soroti Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara, Sebut Audit BPKP 2020-2022 Seharusnya Jadi Senjata di Persidangan
Promedia Group Audiensi dengan Badan Komunikasi Pemerintah RI, Bahas Penguatan Komunikasi Publik Bersama Media Lokal
Viral Warga Tegur Patwal Pengawal Mobil RI 21 di Senayan, Sebut Nyaris Diserempet hingga Dimarahi
KPK Buka Peluang Panggil Menhut Raja Juli Antoni Terkait Kasus Gratifikasi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Bupati Purwakarta Buka Suara soal Polemik Lagu Lalaki Langit, Sebut Refleksi Kenakalan Masa Lalu
Viral Keluhan Layanan 110 Polri, Warga Mengaku Tak Direspons saat Laporkan Kecelakaan