Namun satu hal sulit dibantah: setiap langkah Jokowi masih memiliki daya tarik politik yang besar. Bahkan ketika tidak sedang mencalonkan diri, kehadirannya tetap mampu memicu diskusi mengenai arah kekuatan politik nasional.
Karena itulah, safari politik Jokowi kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar perjalanan silaturahmi. Bagi banyak pengamat, perjalanan tersebut bisa menjadi petunjuk awal tentang bagaimana peta politik Indonesia mulai dibentuk menuju Pilpres 2029. Dan jika benar demikian, maka permainan besar itu mungkin sudah dimulai lebih cepat daripada yang diperkirakan banyak orang.***
Artikel Terkait
Wayne Rooney Desak Thomas Tuchel Kurangi Menit Bermain Harry Kane di Piala Dunia 2026 Meski Sedang Tajam
Mehdi Taremi Kritik FIFA soal Piala Dunia 2026, Sebut Iran Diperlakukan Tidak Adil akibat Masalah Visa dan Logistik
Rp 30 Juta Habis untuk Baris-Berbaris? Usulan Penghapusan Latsarmil Kopdes Buka Perdebatan Baru
Kenapa Profesional Bergelar Tinggi Mulai Memilih Hidup di Kota Kecil?
5 Tahun Lagi Jakarta Akan Seperti Apa? Ini Proyeksi Ilmiahnya
Kenapa Makin Banyak Pasangan Muda Jakarta Pilih Nggak Beli Rumah — dan Itu Masuk Akal
Homeschooling di 2026: Pilihan Radikal atau Solusi Paling Masuk Akal?