TITIKTEMU.CO-Pernah sedang asyik bekerja, menonton, atau bahkan memasak, lalu tiba-tiba rumah gelap gulita?
Dalam beberapa hari terakhir, pengalaman itu dirasakan banyak warga di berbagai wilayah Pulau Jawa. Pemadaman listrik bergilir kembali muncul dan langsung memunculkan beragam spekulasi.
Ada yang menduga pasokan energi sedang seret.
Ada pula yang mengaitkannya dengan stok batu bara yang menipis.
Namun ternyata, cerita di balik seringnya mati lampu belakangan ini sedikit berbeda dari dugaan banyak orang.
PT PLN (Persero) akhirnya memberikan penjelasan mengenai gangguan listrik yang terjadi di sejumlah daerah.
Menurut perusahaan pelat merah tersebut, penyebab utama bukan berasal dari kekurangan bahan bakar pembangkit, melainkan masalah teknis yang terjadi pada sistem pembangkitan.
Baca Juga: Tom Holland Sudah Punya Pengganti Spider-Man? Nama Ini Bikin Fans Marvel Langsung Penasaran
Dalam keterangannya, PLN mengungkapkan bahwa dua unit pembangkit listrik berkapasitas besar mengalami gangguan operasional.
Akibatnya, kemampuan sistem untuk memasok listrik ke jaringan mengalami penurunan sementara.
Bayangkan sebuah jalan tol yang biasanya memiliki banyak jalur.
Ketika dua jalur utama mendadak ditutup, arus kendaraan tentu harus diatur ulang agar kemacetan tidak semakin parah. Kurang lebih seperti itulah kondisi yang terjadi pada sistem kelistrikan.
Meski demikian, PLN menegaskan bahwa sistem kelistrikan Jawa secara umum masih berada dalam kondisi terkendali.
Hanya saja, demi menjaga stabilitas pasokan dan mencegah gangguan yang lebih luas, perusahaan terpaksa menerapkan manajemen beban di sejumlah wilayah.
Artikel Terkait
Jika Masih Bangga Lembur, Mungkin Anda Perlu Membaca Ini
Listrik Tiba-Tiba Padam di Bandung Raya, Benarkah Ini Sinyal Ancaman Krisis Energi yang Lebih Besar?
Buku Keuangan Populer Itu Salah? Ini 5 Saran yang Tidak Berlaku di Indonesia
Lowongan Kerja PAMA 2026 Dibuka untuk Lulusan S1 Teknik, Simak Posisi dan Syaratnya
100 Tahun Menghilang, Burung Misterius Ini Tiba-Tiba Muncul Lagi di Indonesia dan Mengejutkan Para Peneliti
Satu Keputusan Finansial di Usia 25 yang Bisa Bernilai Rp1 Miliar Saat Anda Berusia 55 Tahun
Libur Sekolah Jadi Momen Hemat Rp3 Triliun, Tapi Kenapa Program MBG Malah Menuai Gelombang Protes?