Allahumma laka shalati, wa nusuki, wa mahyaya, wa mamati, wa ilayka ma'abi, wa laka turatsi. Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabil qabri, wa waswasatis shadri, wa syattatil amri. Allahumma inni a'udzu bika min syarri ma taji'u bihir rihu.
Artinya: "Ya Allah, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk-Mu. Hanya kepada-Mu tempat pulangku.
Hanya milik-Mu peninggalanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, kebimbangan dalam hati, dan berantakannya konsentrasi.Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang dibawa oleh angin."
Baca Juga: Dua Kalimat Pendek Ini Jadi Kunci Sah-nya Puasa Tarwiyah dan Arafah — Sudah Hafal?
Untaian kalimat ini adalah obat penawar paling mujarab bagi jiwa-jiwa modern yang sering kali merasa hampa, cemas akan masa depan, dan lelah karena pikiran yang pecah oleh urusan duniawi.
Selain memohon keteguhan hati, sore Hari Arafah juga menjadi momentum terbaik untuk bermigrasi dari kegelapan masa lalu menuju terangnya masa depan dengan memutus rantai kebiasaan buruk atau maksiat.
Ada sebuah doa luar biasa yang bisa kita panjatkan agar senantiasa dituntun dalam ketaatan:
اللَّهُمَّ انْقُلْنِي مِنْ ذُلِّ الْمَعْصِيَةِ إِلَى عِزِّ الطَّاعَةِ، وَاكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ، وَنَوِّرْ قَلْبِي وَقَبْرِي، وَأَعِذْنِي مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ، وَاجْمَعْ لِي الْخَيْرَ. إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Allāhummanqulnī min dzullil ma‘shiyati ilā ‘izzit thā‘ah, wakfinī bi halālika ‘an harāmik, wa aghninī bi fadhlika ‘an man siwāk. Wa nawwir qalbī wa qabrī. Wa a‘idznī minas syarri kullih. Wajma‘ liyal khayr. Innī as’alukal hudā wat tuqā, wal ‘afāfa, wal ghinā.
Artinya: “Ya Allah, pindahkan aku dari rendahnya kemaksiatan ke kemuliaan taat. Cukupilah aku dengan halal-Mu dari barang haram-Mu.Genapilah diriku dengan kemurahan-Mu dari zat selain diri-Mu. Terangilah hati dan kuburku. Lindungilah aku dari segala bentuk kejahatan. Kumpulkanlah segala kebaikan pada diriku. Aku memohon kepada-Mu petunjuk, takwa, kecukupan, dan kekayaan.”
Ketimbang terjebak dalam perdebatan teknis perbedaan waktu, yang jauh lebih dicari oleh Allah adalah ketulusan, kepasrahan, dan kerendahan hati kita untuk benar-benar kembali bersimpuh kepada-Nya di hari yang penuh berkah ini.***
Artikel Terkait
Jangan Nekat Overstay di Arab Saudi! Ini Sanksi Keras yang Menanti Jemaah Haji 2026
Dua Kalimat Pendek Ini Jadi Kunci Sah-nya Puasa Tarwiyah dan Arafah — Sudah Hafal?
202.551 Jemaah Haji Indonesia Sudah di Arab Saudi — Kini Saatnya Fokus ke Puncak Haji!
PENTING! Ini Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah 2026 Lengkap dengan Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Hukum Menggabungkan Qadha Puasa Ramadhan dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah, Apakah Tetap Dapat Pahala Sunnah?
Puncak Haji 2026 Dimulai! Jutaan Jemaah Mulai Bergerak Menuju Padang Arafah