Visual Keren Tapi Cerita Kosong? Review Jujur Film Pelangi di Mars yang Bikin Ekspektasi Jatuh

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB
Foto ilustrasi Review Pelangi di Mars, film sci-fi anak (Instagram @pelangidimars)
Foto ilustrasi Review Pelangi di Mars, film sci-fi anak (Instagram @pelangidimars)

TITIKTEMU.CO - Di tengah harapan akan bangkitnya film anak Indonesia, Pelangi di Mars justru hadir sebagai karya yang memicu perdebatan.

Film garapan Upie Guava ini sebenarnya membawa konsep ambisius: fiksi ilmiah, visual canggih, dan latar luar angkasa yang jarang dieksplorasi oleh sineas lokal.

Namun, di balik kemegahan visualnya, film ini menyisakan satu pertanyaan besar—apakah ceritanya benar-benar sekuat tampilannya?

Jika dibandingkan dengan film anak lain seperti Na Willa yang berhasil menghidupkan sudut pandang anak secara jujur dan hangat, Pelangi di Mars justru terasa mengambil arah sebaliknya.

Baca Juga: Album ARIRANG BTS Pecahkan Rekor Dunia, Kuasai Spotify dan Terjual 4 Juta Kopi dalam Sehari

Film ini tampak melihat dunia anak-anak dari kacamata orang dewasa, sehingga karakter anak yang ditampilkan terasa dangkal dan kurang logis.

Kisahnya berlatar masa depan ketika Bumi mengalami krisis air bersih akibat monopoli perusahaan bernama Nerotex.

Dalam situasi tersebut, misi ke Mars dilakukan untuk mencari mineral langka bernama Zeolith Omega yang diyakini mampu memurnikan air.

Tokoh utama Pratiwi (Lutesha) menjalankan misi ini bersama putrinya, Pelangi, yang lahir di Mars, serta robot setia bernama Batik.

Konsep ceritanya sebenarnya menjanjikan. Namun, eksekusinya terasa kurang matang.

Baca Juga: Libur Lebaran 2026 Anti Biasa! Ini Destinasi Wisata Favorit yang Wajib Masuk Wishlist Kamu

Karakter Pelangi digambarkan sering mengambil keputusan yang tidak masuk akal, lalu dibenarkan dengan alasan klasik “namanya juga anak-anak”.

Pendekatan ini terasa meremehkan kecerdasan generasi muda yang justru semakin kritis dan adaptif di era digital.

Cerita kemudian melompat enam tahun ke depan setelah Pratiwi dikisahkan meninggal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Instagram @pelangidimars

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X