Bos Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun, Ini Profil dan Jejak Bisnisnya

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Kamis, 19 Maret 2026 | 18:36 WIB
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun, Ini Profil dan Jejak Bisnisnya. (PT Djarum)
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun, Ini Profil dan Jejak Bisnisnya. (PT Djarum)

TITIKTEMU.CO - Pengusaha senior sekaligus pemilik PT Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura.

Informasi ini disampaikan pihak perusahaan melalui Corporate Communication Manager Djarum. Kepergian Bambang Hartono mengejutkan banyak pihak.

Dia dikenal sebagai salah satu konglomerat paling berpengaruh di Indonesia dengan perjalanan bisnis panjang yang membentuk wajah industri nasional.

Baca Juga: Penentuan Lebaran 2026 di Arab Saudi: Hilal Dipantau, Idul Fitri Bisa Jatuh 19 atau 20 Maret 

Lahir di Kudus dan Tumbuh dari Bisnis Keluarga

Michael Bambang Hartono lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939 dengan nama Oei Hwie Siang. Merupakan putra dari Oei Wie Gwan, pengusaha yang membeli pabrik rokok Djarum Gramophon pada 1951.

Pada 1959, Bambang sempat menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang. Namun, kehidupannya berubah ketika sang ayah wafat pada 1963.

Dia kembali ke Kudus untuk melanjutkan bisnis keluarga bersama adiknya, Robert Budi Hartono.

Baca Juga: 70 Juta Anak RI Terancam Tak Bisa Pakai Medsos, X Langsung Patuh Regulasi Baru 

Bangkit dari Krisis hingga Jadi Raksasa Industri

Perjalanan mengelola bisnis tidak selalu mulus. Pada masa awal, Djarum sempat menghadapi cobaan berat, termasuk kebakaran fasilitas produksi yang mengganggu operasional.

Namun, Bambang Hartono mampu membangun kembali perusahaan. Di bawah kepemimpinannya, Djarum berkembang pesat dan mulai melakukan ekspansi besar sejak 1970-an.

Salah satu langkah strategisnya adalah diversifikasi usaha ke berbagai sektor, termasuk elektronik melalui merek Polytron, perkebunan, hingga infrastruktur digital.

Tak hanya itu, grup usaha ini juga merambah sektor olahraga dengan kepemilikan klub sepak bola Italia, Como 1907, serta memperluas jaringan bisnis ke tingkat global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X