Pada usia ini anak mulai memahami instruksi, ia juga belajar disiplin dan tanggung jawab.
Namun pengenalan tidak harus langsung puasa penuh sehari, bisa dimulai setengah hari atau hingga waktu dzuhur.
Bahkan hingga asar sesuai kemampuan fisik anak.
Kesiapan emosional juga penting diperhatikan, setiap anak memiliki ritme tumbuh yang berbeda.
Orang tua tidak perlu membandingkan dengan anak lain.
Fokusnya adalah menumbuhkan cinta pada ibadah.
Bukan sekadar mengejar kuat menahan lapar.
Jika dipaksa sebelum siap, anak bisa merasa tertekan.
Ramadhan yang seharusnya penuh kegembiraan justru menjadi beban.
Islam sendiri adalah agama yang penuh rahmat.
Karena itu pendekatan lembut lebih utama.
Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, puasa juga adalah latihan sabar dan latihan empati.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 bahwa puasa diwajibkan agar manusia menjadi bertakwa.
Nilai takwa inilah yang mulai ditanamkan sejak kecil.
Agar anak dapat belajar menunda keinginan, belajar mengendalikan emosi, belajar memahami rasa lapar orang lain.
Artikel Terkait
DOWNLOAD eFootball PES 2026 PS2 HD di Android via AetherSX2 dengan Far Camera dan Full Transfer Pemain Terbaru
Cara Setting Emulator AetherSX2 No Lag untuk Main PS2 di Android dengan Lancar
Catat Tanggalnya! Tiket Arus Balik Gratis 2026 Resmi Dibuka 1 Maret, Ini Rute dan Jadwalnya
SPPG Terima Rp 500 Juta per 12 Hari, BGN Klaim Program MBG Jadi Motor Ekonomi Daerah
Nyaris Kabur ke Malaysia, Ko Erwin Diciduk Bareskrim di Tengah Laut
Sertifikat Tanah Masih Atas Nama Orang Tua yang Wafat? Ini Risiko Hukum dan Cara Balik Namanya
Viral Pengemudi Toyota Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari, Polisi Tetapkan HM sebagai Tersangka
ISI Gelar Networking Iftar Bersama Media, Bahas Autonomi Strategis hingga Peran Indonesia di Gaza
THR ASN 2026 Cair Awal Ramadan, Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun untuk 10,5 Juta Penerima
Jangan Lewatkan! 7 Amalan Sunnah di Hari ke-10 Ramadhan yang Bisa Bikin Iman Naik Level