Gus Miftah Buka Puasa di Colosseum Jakarta, Tegaskan Dakwah Harus Hadir Tanpa Menghakimi

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Rabu, 25 Februari 2026 | 12:45 WIB
Momen tausiah dan buka puasa bersama di Colosseum Jakarta bersama Gus Miftah. (Dok. Istimewa)
Momen tausiah dan buka puasa bersama di Colosseum Jakarta bersama Gus Miftah. (Dok. Istimewa)

TITIKTEMU.CO - Gus Miftah kembali menunjukkan gaya dakwah yang selama ini melekat pada dirinya: mendatangi langsung kelompok masyarakat yang jarang tersentuh ceramah keagamaan formal. Pada Selasa, 24 Februari 2026, ia menggelar tausiah dan buka puasa bersama para pekerja 1001 Hotel serta Colosseum Jakarta, salah satu klub malam ternama yang pernah masuk daftar Top 100 Clubs dunia.

Bagi sebagian kalangan, tempat hiburan malam mungkin dianggap kurang lazim untuk kegiatan religius. Namun bagi Gus Miftah, justru ruang-ruang seperti itulah yang perlu disentuh dakwah.

“Allah Memanggil dengan Kasih Sayang”

Dalam ceramahnya, Gus Miftah kembali menyuarakan pesan khasnya: berdakwah tanpa menyudutkan. Ia menekankan bahwa Tuhan tidak memanggil manusia dengan label negatif, melainkan dengan panggilan penuh kasih.

Baca Juga: Massa Geruduk Mapolda DIY, Ring Road Utara Ditutup Sementara Usai Aksi Protes Mahasiswa

Pesan tersebut ditujukan untuk menguatkan para pekerja hiburan malam agar tidak merasa jauh dari rahmat Allah. Ia mengajak mereka melihat proses perubahan sebagai sesuatu yang patut dihargai, sekecil apa pun langkahnya.

Gus Miftah juga membagikan kisah saat dirinya mendatangi lokalisasi dan memberikan sejumlah uang kepada para pekerja agar berhenti bekerja selama satu malam. Baginya, menghentikan perbuatan maksiat walau sementara tetap merupakan kemajuan.

Kembali ke “Habitat” Dakwah

Selama ini, publik mengenal Gus Miftah sebagai dai yang kerap hadir di tempat-tempat tak biasa, mulai dari klub malam hingga komunitas marjinal. Ia berpendapat bahwa mereka yang dicap “ahli maksiat” seringkali justru memiliki harapan besar terhadap orang-orang saleh.

Baca Juga: Tasya Kamila Klarifikasi Kontribusi sebagai Alumni LPDP, Unggah ‘Laporan’ di Tengah Polemik Awardee

Sebaliknya, menurutnya, tidak sedikit orang yang merasa saleh justru memandang dengan stigma. Karena itu, dakwah seharusnya dibangun di atas empati, bukan penghakiman.

Momentum buka puasa bersama pekerja 1001 Hotel dan Colosseum Jakarta dinilai sebagai penegasan bahwa ia kembali ke pola dakwah awalnya—mendatangi mereka yang jarang dijangkau.

Ujian dan Kritik sebagai Bagian dari Perjalanan

Dalam sesi dialog, Gus Miftah juga menyinggung periode ketika dirinya mendapat banyak kritik. Ia mengutip hadis tentang ujian sebagai tanda cinta Tuhan kepada hamba-Nya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X