Jangan Terlewat! Ini 7 Dzikir Setelah Subuh di Bulan Ramadhan yang Penuh Keutamaan

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 23 Februari 2026 | 21:12 WIB
Jangan Terlewat! Ini 7 Dzikir Setelah Subuh di Bulan Ramadhan yang Penuh Keutamaan. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Jangan Terlewat! Ini 7 Dzikir Setelah Subuh di Bulan Ramadhan yang Penuh Keutamaan. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

TITIKTEMU.CO - Bulan Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dengan melakukan amalan Ramdhan.

Selain puasa, shalat tarawih, dan tadarus Al Quran, ada satu amalan Ramadhan sederhana namun penuh pahala yang sering dianjurkan, yaitu dzikir setelah shalat Subuh.

Waktu pagi, terutama setelah Subuh hingga terbit matahari, disebut sebagai saat yang penuh keberkahan.

Baca Juga: Urutan Juz 1–30 Al Quran Lengkap dengan Daftar Surat, Panduan Khatam 30 Hari Selama Ramadhan 2026

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menjelaskan anjuran memperbanyak dzikir pagi merujuk pada berbagai hadis Nabi Muhammad SAW.

Dalam salah satu riwayat yang juga dikutip Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, Rasulullah SAW disebutkan duduk di tempat shalatnya hingga matahari terbit untuk berdzikir.

Tradisi ini juga dicontohkan para ulama salaf yang memanfaatkan waktu setelah Subuh untuk bermunajat dan memperbanyak ingat kepada Allah SWT. Berikut tujuh amalan yang bisa diamalkan.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Aplikasi Al Quran Digital Fitur Lengkap, Wajib Ada Saat Ramadhan! 

1. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Tiga surah pendek ini dikenal sebagai surah perlindungan (al-mu’awwidzat). Rasulullah SAW menganjurkan membacanya tiga kali pada pagi dan sore hari. Keutamaannya sebagai penjaga diri dari berbagai keburukan.

Dengan membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas secara rutin setelah Subuh, umat Islam memohon perlindungan Allah dari gangguan lahir dan batin. Amalan ini singkat, tapi memiliki dampak spiritual panjang.

2. Membaca Sayyidul Istighfar

Sayyidul Istighfar disebut sebagai penghulu istighfar karena memuat pengakuan tauhid, kesadaran atas nikmat Allah, sekaligus pengakuan dosa.

Bacaan ini menjadi bentuk kerendahan hati seorang hamba di hadapan Tuhannya. Di bulan Ramadhan, momentum istighfar menjadi semakin penting karena setiap amal dilipatgandakan pahalanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X