Viral Cukup Saya WNI, Wamendikti Stella Christie: LPDP Bukan Sekadar Beasiswa, Tapi Amanah Bangsa

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 23 Februari 2026 | 14:15 WIB
Foto ilustrasi Stella Christie ingatkan LPDP adalah amanah, (Desain AI )
Foto ilustrasi Stella Christie ingatkan LPDP adalah amanah, (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Pernyataan viral seorang penerima LPDP yang menulis “cukup saya WNI, anak jangan” di media sosial memicu gelombang kritik publik.

Pernyataan itu mendapat respons tegas dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Stella Christie.

Dia menekankan bahwa beasiswa negara bukanlah fasilitas biasa, melainkan amanah dan utang budi yang melekat secara moral pada setiap penerimanya.

Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Sindir Alumni LPDP yang Tak Ingin Anaknya Jadi WNI: 20 Tahun Lagi Indonesia Akan Bangkit

Beasiswa Negara: Amanah, Bukan Fasilitas

Stella Christie menilai polemik yang muncul bukan sekadar soal unggahan media sosial, melainkan cerminan persoalan yang lebih mendasar.

Ia menyebut, ketika beasiswa dipandang hanya sebagai hak tanpa kesadaran tanggung jawab, di situlah letak kegagalan pendidikan moral sejak dini.

Menurutnya, beasiswa dari negara adalah bentuk kepercayaan publik yang harus dijaga. Stella bahkan pernah menuai kritik saat menyebut beasiswa sebagai “utang” yang perlu dibalas dengan kontribusi nyata.

Namun baginya, istilah utang bukan dalam arti finansial, melainkan utang budi kepada bangsa yang telah memberikan kesempatan belajar.

Meski demikian, Stella tidak sepakat jika solusi atas polemik ini adalah memperketat aturan beasiswa secara berlebihan.

Pembatasan yang terlalu ketat justru berpotensi menumbuhkan sikap sinis dan membuat penerima sibuk mencari celah untuk menghindari kewajiban.

Baca Juga: Yusril Soroti Tragedi Helm Baja di Tual: Duka Siswa MTs dan Ujian Reformasi Polri

Mengabdi Tak Selalu Harus Pulang

Stella juga meluruskan anggapan bahwa rasa cinta Tanah Air hanya bisa dibuktikan dengan segera kembali ke Indonesia setelah studi selesai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X