Yusril Soroti Tragedi Helm Baja di Tual: Duka Siswa MTs dan Ujian Reformasi Polri

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 22 Februari 2026 | 14:15 WIB
Yusril desak reformasi polri akibat Tragedi Brimob di Tual tewaskan siswa MTs, (Instagram @yusrilihzamhd)
Yusril desak reformasi polri akibat Tragedi Brimob di Tual tewaskan siswa MTs, (Instagram @yusrilihzamhd)

TITIKEMU.CO - Malam yang seharusnya sunyi di Tual berubah menjadi duka ketika seorang siswa MTs berusia 14 tahun kehilangan nyawanya usai diduga menjadi korban tindakan kekerasan anggota Brimob.

Saat patroli cipta kondisi, peristiwa yang memantik keprihatinan luas dan membuat Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra yang angkat bicara. 

Yusril menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Arianto Tawakal, menegaskan bahwa sebagai bagian dari Komite Reformasi Polri.

Ia menyesalkan keras dugaan penganiayaan tersebut karena aparat penegak hukum sejatinya berdiri untuk melindungi setiap nyawa tanpa kecuali, baik terhadap mereka yang diduga bersalah maupun yang sama sekali tidak terlibat kesalahan.

Baca Juga: Dari JUMBO ke Na Willa, Ini Alasan Ryan Adriandhy Tinggalkan Animasi dan Pilih Live Action

Suara Duka dari Meja Reformasi Polri

Menurut Yusril, jika benar ada oknum polisi yang melakukan kekerasan apalagi terhadap anak yang bukan pelaku tindak pidana.

Maka tindakan itu mencederai nilai kemanusiaan dan wajib diproses melalui sidang etik dengan ancaman pemecatan serta diadili secara pidana,

Sebab dalam negara hukum tidak ada satu pun orang yang kebal terhadap aturan termasuk aparat penegak hukum sendiri.

Permintaan Maaf dan Ujian Kepercayaan Publik
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polda Maluku

Mabes Polri yang merespons kasus ini, mulai dari penahanan hingga penetapan tersangka terhadap Bripda MS serta penyampaian permohonan maaf secara institusional, yang dinilai sebagai sinyal perubahan sikap Polri untuk lebih terbuka, rendah hati, dan bertanggung jawab di tengah sorotan publik.

Baca Juga: Cita-cita Jadi Kiai Pupus: Tragedi NS di Sukabumi dan Dugaan Penganiayaan Ibu Tiri

Detik-Detik yang Mengubah Segalanya

Insiden bermula saat patroli dini hari di kawasan Mangga Dua Langgur dan Tete Pancing menerima laporan keributan, lalu ketika dua remaja melintas dengan sepeda motor berkecepatan tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X