Banjir Susulan Rendam Pidie Jaya Saat Malam Tarawih Pertama Ramadan, Warga Kembali Terdampak

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Kamis, 19 Februari 2026 | 21:45 WIB
Warga Pidie Jaya harus menghadapi banjir susulan saat tarawih hari pertama. (Instagram/sidaqsolidarity)
Warga Pidie Jaya harus menghadapi banjir susulan saat tarawih hari pertama. (Instagram/sidaqsolidarity)

TITIKTEMU.CO - Sebagian warga Kabupaten Pidie Jaya kembali harus menghadapi banjir bercampur lumpur yang melanda wilayah mereka. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena terjadi pada Rabu malam, 18 Februari 2026, bertepatan dengan pelaksanaan tarawih pertama bulan Ramadan setelah pengumuman sidang isbat pemerintah.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik air kembali menggenangi permukiman warga. Salah satunya diunggah akun Instagram @riza_safitri24 yang menyebut banjir susulan terjadi di Kampung Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua.

Jalanan Berubah Jadi Aliran Air

Dalam video tersebut, terlihat jalan kampung telah berubah menjadi aliran air yang cukup deras. Perekam video mengungkapkan kesedihannya karena banjir kembali datang di malam pertama Ramadan.

Baca Juga: Promedia Group dan PT Sirkular Karya Indonesia Luncurkan Program Ganti Atap Rumah Wartawan dengan Alduro

Tak hanya merendam jalan, kondisi kampung juga tampak minim penerangan. Air terus mengalir melewati permukiman warga yang baru saja bersiap menjalankan ibadah tarawih.

Hujan Deras Sejak Siang Picu Banjir

Unggahan lain dari akun Instagram @sidaqsolidarity menyebutkan bahwa banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sejak siang hingga sore hari di wilayah Pidie Jaya.

Dalam video tersebut, air bercampur lumpur terlihat sudah masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian mencapai selutut. Sejumlah warga tampak duduk di depan rumah yang sudah tergenang, sementara air terus mengalir menuju sungai.

Di wilayah Meureudu, genangan air disebut terus meningkat pada malam tarawih pertama tersebut.

Baca Juga: Sopir Bus PO Harapan Jaya Diduga Mabuk di Jombang, 61 Penumpang Dialihkan Demi Keselamatan

Warganet Sampaikan Doa dan Keprihatinan

Kondisi yang kembali melanda Pidie Jaya menuai simpati luas dari warganet. Banyak yang mengungkapkan rasa sedih dan berharap musibah segera berlalu.

Beberapa pengguna media sosial menyampaikan doa dan dukungan bagi warga yang masih bertahan, bahkan ada yang mengungkapkan bahwa kerabatnya di Pidie Jaya sudah mengungsi sejak waktu Maghrib karena khawatir air kembali naik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X