Akses Terbatas, Warga Wih Dusun Jamat Tarik Kerbau Menyeberangi Sungai Kala Ili Jelang Tradisi Meugang Ramadan

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 10 Februari 2026 | 13:50 WIB
Persiapan tradisi Daging Meugang di Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah. (Instagram/serta_lia_gali)
Persiapan tradisi Daging Meugang di Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah. (Instagram/serta_lia_gali)

TITIKTEMU.CO - Warga Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses penyeberangan Sungai Kala Ili. Kondisi tersebut terjadi karena jembatan gantung yang menghubungkan Desa Owaq dengan lima desa di wilayah tersebut belum selesai dibangun.

Jembatan gantung yang direncanakan menghubungkan Desa Owaq dengan Desa Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kute Reje, dan Reje Payung ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026. Namun sebelum jembatan tersebut dapat difungsikan, masyarakat masih harus mengandalkan jalur penyeberangan sungai yang cukup menyulitkan.

Meski demikian, keterbatasan akses tidak menyurutkan semangat warga Wih Dusun Jamat dalam menyambut bulan suci Ramadan. Mereka tetap melaksanakan tradisi Meugang, sebuah warisan budaya masyarakat Aceh yang telah berlangsung turun-temurun.

Baca Juga: Tiga Bulan Pascabanjir Aceh Tamiang, Warga Desa Sekumur Masih Bertahan di Tenda Jelang Ramadan

Kerbau Ditarik Menyusuri Sungai Kala Ili

Sulitnya akses jalan membuat kendaraan pengangkut kerbau terpaksa berhenti di tepi Sungai Kala Ili. Untuk melanjutkan perjalanan, warga secara gotong-royong menarik kerbau menyeberangi sungai agar dapat dibawa ke lokasi penyembelihan.

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @serta_lia_gali, memperlihatkan sejumlah warga bekerja sama melangsir dua ekor kerbau melewati aliran sungai.

“Enam hari lagi biasanya warga di sini bersiap menghadapi Meugang Ramadan, tapi kondisi wilayah ini masih sangat memprihatinkan,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dikutip Selasa, 10 Februari 2026.

Tradisi Meugang, Warisan Budaya Aceh

Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh berupa penyembelihan daging sapi atau kerbau yang dilakukan menjelang bulan suci Ramadan atau dua hari sebelumnya. Selain itu, tradisi Meugang juga dilaksanakan dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, sehingga digelar tiga kali dalam setahun.

Baca Juga: Viral Guru PPPK Paruh Waktu di Sumedang Digaji Rp50 Ribu, Ini Klarifikasi Fildzah Nur Amalina

Tradisi ini berasal dari masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda di Kerajaan Aceh Darussalam dan kini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat yang mampu akan menyumbangkan sapi atau kerbau untuk disembelih, baik secara pribadi maupun melalui gotong-royong. Daging hasil penyembelihan kemudian dibagikan kepada masyarakat, terutama warga kurang mampu dan tetangga sekitar.

Selain pembagian daging, panitia Meugang juga biasanya menyediakan hidangan untuk dinikmati bersama sambil menunggu giliran pembagian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X