Kayu Sisa Banjir Masih Menumpuk
Dalam unggahan video lainnya, terlihat tumpukan kayu besar yang masih berserakan di Desa Sekumur. Kayu-kayu tersebut rencananya akan dimanfaatkan sebagai bahan bangunan untuk mendirikan rumah baru.
Namun, keterbatasan biaya menjadi kendala utama. Sebagian kayu sudah dipotong secara swadaya oleh warga demi keamanan anak-anak yang sering bermain di sekitar lokasi.
“Rumah kami rata-rata rata dengan tanah. Di sini banyak sekali kayu, tapi untuk memotongnya juga butuh biaya,” katanya.
Hunian Sementara Belum Terealisasi
Terkait pembangunan hunian sementara (huntara), warga menyebut hingga kini belum ada realisasi di Desa Sekumur. Seluruh warga terdampak masih bergantung pada tenda bantuan untuk bertahan hidup.
“Belum ada hunian sementara di Desa Sekumur. Kami semua masih tinggal di tenda,” tegas warga tersebut.
Situasi ini membuat warga berharap perhatian dan bantuan lanjutan, terutama menjelang Ramadan, agar mereka bisa menjalani ibadah dengan lebih layak dan aman.***
Artikel Terkait
Kisah Pilu Penyintas Banjir Aceh Tamiang: Bertahan 12 Hari di Rooftop Rumah Saat Air Terus Meninggi
Viral Perjuangan Pelajar Lampung Tengah Berangkat Sekolah Terjang Banjir, Lewati Jembatan Kayu Nyaris Ambruk
Viral Perahu Pembawa Sound Horeg Tenggelam di Sidoarjo Saat Tradisi Nyadran, Perangkat 1 Ton Ikut Masuk Sungai
AKDKMP Banyuwangi Resmi Dideklarasikan, Koperasi Desa Bersatu Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Viral Guru PPPK Paruh Waktu di Sumedang Digaji Rp50 Ribu, Ini Klarifikasi Fildzah Nur Amalina