Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Baru di Tengah Gejolak Pasar

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 6 Februari 2026 | 14:29 WIB
Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Baru di Tengah Gejolak Pasar. (Dok.OJK)
Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Baru di Tengah Gejolak Pasar. (Dok.OJK)

TITIKTEMU.CO - Nama Friderica Widyasari Dewi mendadak jadi sorotan nasional setelah resmi ditetapkan sebagai Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru pada 31 Januari 2026.

Penunjukan ini terjadi di tengah situasi pasar keuangan yang bergejolak, menyusul mundurnya sejumlah pejabat tinggi OJK dan Bursa Efek Indonesia.

Memiliki pengalaman panjang di dunia pasar modal dan pengawasan sektor keuangan, Friderica kini memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia.

Baca Juga: IHSG Ambruk, Pejabat Mundur: Purbaya Nilai Tanggung Jawab OJK dan BEI Jadi Sinyal Perbaikan Pasar 

Friderica Widyasari Dewi Ketua OJK Baru

Friderica sebelumnya menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.

Kini, sebagai Ketua OJK, dia bertanggung jawab untuk memastikan stabilitas sektor keuangan, perlindungan konsumen, serta menjaga kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia.

Penunjukannya dilakukan setelah Ketua OJK sebelumnya, Mahendra Siregar, dan Wakil Ketua Mirza Adityaswara mengundurkan diri pada 30 Januari 2026.

Adapun pengunduran diri terjadi di tengah tekanan besar pada pasar modal, termasuk dampak pembekuan sejumlah saham Indonesia oleh indeks global MSCI.

Baca Juga: OJK Tunjuk Friderica Widyasari dan Hasan Fawzi sebagai Komisioner Pengganti Mulai 31 Januari 2026

Latar pendidikan dan Karier: BEI hingga KSEI

Lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975, sejak muda memiliki minat kuat di bidang ekonomi dan bisnis. Dia meraih gelar sarjana ekonomi di Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2001.

Tiga tahun kemudian meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari California State University Amerika Serikat. Tahun 2019 menyelesaikan program doktor bidang kepemimpinan dan kebijakan publik di UGM.

Kariernya di dunia pasar modal dimulai pada 2005 saat bergabung dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dia terlibat dalam pengembangan pasar dan penguatan sistem perdagangan saham Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X