Dampaknya terasa jelas:
- hujan ekstrem lebih sering terjadi, dan risiko longsor serta banjir bandang ikut naik drastis.
- Bagi warga Cisarua, ini bukan teori—ini pengalaman yang menghancurkan.
Baca Juga: KPK Cium Jejak Uang Jalan-Jalan Ridwan Kamil: Aktivitas Tukar Valas Miliaran Disorot
Petani Bukan Penyebab, Mereka Justru Ikut Terdampak
Aisyah juga menolak narasi yang menyudutkan petani sebagai biang keladi bencana. Menurutnya, petani sering tidak punya banyak pilihan untuk bertahan hidup.
Ia menyebut, agar petani bisa hidup layak, idealnya butuh sekitar 2 hektar lahan. Namun realitas di Desa Pasirlangu, Cisarua, jauh dari ideal.
Jika luas lahan dibandingkan dengan jumlah penduduk, rata-rata kepemilikan lahan hanya sekitar 0,3 hektar. Bahkan ada petani yang tidak punya lahan sama sekali.
Di kondisi seperti ini, petani bukan pihak yang “mengatur permainan”. Mereka justru berada di posisi paling rapuh—mudah disalahkan, tapi juga paling terdampak.
Aisyah menutup pandangannya dengan menegaskan bahwa meskipun alih fungsi lahan bisa menjadi salah satu faktor, bencana longsor tetap bisa terjadi karena berkurangnya resapan air dan meningkatnya cuaca ekstrem.
Longsor Cisarua memberi pelajaran penting:
ketika alam berubah dan cuaca makin sulit ditebak, kita perlu berhenti mencari kambing hitam, dan mulai membangun solusi yang adil.
Karena dalam bencana seperti ini, yang paling menderita sering kali bukan yang paling bersalah—melainkan yang paling tidak punya kuasa.***
Artikel Terkait
KPK Cium Jejak Uang Jalan-Jalan Ridwan Kamil: Aktivitas Tukar Valas Miliaran Disorot
Efek Domino Politik: Kader Nasdem Ramai-ramai Hijrah ke PSI, Sulawesi Mau Dijadikan Kandang Gajah
Even If This Love Disappears Tonight: Cinta Anak SMA yang Reset Tiap Pagi, Siap Bikin Netflix Banjir Air Mata
Dewan Perdamaian Versi Trump: Banyak Negara Pilih Mundur Pelan-Pelan daripada Ikut Ribut Global
Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Jadwal Persis Solo vs Persib Bandung: Maung Bandung Incar Poin Penuh di Stadion Manahan
Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal, Amalan, dan Keutamaannya bagi Umat Islam
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Hingga 5 Februari 2026, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada
Magang Kemendagri 2026 Dibuka! Kesempatan Ngantor Beneran di Jantung Pemerintahan Selama 3 Bulan
Purbaya Putar Haluan di Pajak: 70 Pejabat Digeser ke Tempat Sepi, Sinyal Reformasi Nggak Main-main