Dengan kata lain, ini bukan hanya bencana alam—ini juga tentang siapa yang paling terdampak dan siapa yang paling sering dipersalahkan.
Titik Awal Longsor: Dari Puncak yang Masih Rimbun
Hal menarik dari analisa Aisyah adalah ia menyebut titik awal longsor justru berasal dari wilayah puncak Gunung Burangrang yang masih terlihat rimbun.
Pemicu utamanya, menurut Aisyah, adalah hujan dengan intensitas tinggi. Longsoran dari atas kemudian menutup jalur air, menciptakan semacam “bendungan alami”.
Masalahnya, bendungan alami itu tidak bertahan lama.
Ketika air bercampur sedimen semakin menumpuk dan akhirnya jebol, aliran deras membawa lumpur, batu, dan pasir meluncur cepat—ditambah kemiringan lereng sekitar 20–25 persen yang membuat lajunya makin brutal.
Dampaknya, material itu menghantam rumah-rumah warga tanpa banyak kesempatan untuk menghindar.
Bahkan Hutan Lebat Tidak Selalu Menang Melawan Cuaca Ekstrem
Aisyah menyampaikan hal yang cukup menohok:
bahkan kawasan yang masih lebat sekalipun tidak selalu sanggup menahan serangan cuaca ekstrem.
Apalagi jika alam terus menerus “dipaksa mengalah” oleh berbagai tekanan—baik dari aktivitas manusia maupun perubahan iklim yang makin sulit diprediksi.
Cuaca Ekstrem, Pemanasan Global, dan Hujan yang Makin “Nggak Normal”
Dalam penjelasannya, Aisyah mengaitkan bencana ini dengan fenomena yang lebih luas: perubahan iklim.
Ia menerangkan bahwa suhu udara yang meningkat membuat atmosfer mampu menampung lebih banyak uap air. Akibatnya, saat hujan turun, air yang dilepaskan bisa lebih deras dan durasinya lebih panjang.
Artikel Terkait
KPK Cium Jejak Uang Jalan-Jalan Ridwan Kamil: Aktivitas Tukar Valas Miliaran Disorot
Efek Domino Politik: Kader Nasdem Ramai-ramai Hijrah ke PSI, Sulawesi Mau Dijadikan Kandang Gajah
Even If This Love Disappears Tonight: Cinta Anak SMA yang Reset Tiap Pagi, Siap Bikin Netflix Banjir Air Mata
Dewan Perdamaian Versi Trump: Banyak Negara Pilih Mundur Pelan-Pelan daripada Ikut Ribut Global
Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Jadwal Persis Solo vs Persib Bandung: Maung Bandung Incar Poin Penuh di Stadion Manahan
Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal, Amalan, dan Keutamaannya bagi Umat Islam
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Hingga 5 Februari 2026, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada
Magang Kemendagri 2026 Dibuka! Kesempatan Ngantor Beneran di Jantung Pemerintahan Selama 3 Bulan
Purbaya Putar Haluan di Pajak: 70 Pejabat Digeser ke Tempat Sepi, Sinyal Reformasi Nggak Main-main