TITIKTEMU.CO-Peristiwa longsor yang terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada 24 Januari 2026 mendadak jadi topik panas di media sosial.
Banyak orang bertanya-tanya, apa yang sebenarnya memicu bencana ini—apakah murni karena alam, atau ada campur tangan manusia yang tak bisa diabaikan?
Di tengah derasnya opini publik, muncul suara dari seseorang yang tinggal dan merasakan langsung dampaknya.
Ia adalah Siti Aisyah Novitri, pegiat lingkungan sekaligus warga Cisarua, yang membagikan sudut pandangnya lewat Instagram pribadinya @aisyahbertani pada Sabtu, 31 Januari 2026.
“Kami Kehilangan Rumah, dan Masih Mencari yang Hilang”
Dalam unggahannya, Aisyah menuliskan kalimat yang terasa seperti tamparan pelan—bukan karena dramatis, tapi karena nyata.
Ia menyebut kampung halamannya diterjang longsor dan banjir bandang, dan hingga kini warga masih berada dalam fase paling berat: bertahan, mencari korban yang belum ditemukan, sekaligus berduka.
Baca Juga: Efek Domino Politik: Kader Nasdem Ramai-ramai Hijrah ke PSI, Sulawesi Mau Dijadikan Kandang Gajah
Bukan hanya soal bencana, tapi juga soal luka yang panjang.
Alih Fungsi Lahan Disorot, Tapi Jangan Asal Menuduh
Aisyah memang ikut menyinggung soal alih fungsi lahan yang terjadi di wilayah hulu. Namun ia menolak jika isu ini dijadikan satu-satunya “tersangka utama” dalam bencana longsor Cisarua.
Menurutnya, ada pola yang berulang setiap bencana datang:
petani sering jadi pihak yang paling cepat dituding, paling mudah disalahkan.
Aisyah menegaskan, longsor Cisarua bukan sekadar soal lahan berubah fungsi, tapi juga soal sesuatu yang lebih besar dan sering luput dibahas: climate justice (keadilan iklim).
Artikel Terkait
KPK Cium Jejak Uang Jalan-Jalan Ridwan Kamil: Aktivitas Tukar Valas Miliaran Disorot
Efek Domino Politik: Kader Nasdem Ramai-ramai Hijrah ke PSI, Sulawesi Mau Dijadikan Kandang Gajah
Even If This Love Disappears Tonight: Cinta Anak SMA yang Reset Tiap Pagi, Siap Bikin Netflix Banjir Air Mata
Dewan Perdamaian Versi Trump: Banyak Negara Pilih Mundur Pelan-Pelan daripada Ikut Ribut Global
Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Jadwal Persis Solo vs Persib Bandung: Maung Bandung Incar Poin Penuh di Stadion Manahan
Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal, Amalan, dan Keutamaannya bagi Umat Islam
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Hingga 5 Februari 2026, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada
Magang Kemendagri 2026 Dibuka! Kesempatan Ngantor Beneran di Jantung Pemerintahan Selama 3 Bulan
Purbaya Putar Haluan di Pajak: 70 Pejabat Digeser ke Tempat Sepi, Sinyal Reformasi Nggak Main-main