“Sejak malam itu aku diminta pulang dengan alasan yang tidak ada hubungannya dengan pelanggaran. Aku sudah ikhlas karena itu perintah atasan,” lanjutnya.
Meski demikian, ia menegaskan tidak memiliki niat menyerang pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), bahkan mengapresiasi sejumlah pihak yang sempat berusaha mempertahankannya.
“Yang jelas, saya patuh dan tidak melakukan pelanggaran apa pun,” tegas Chiki.
Kemenhaj: Diklat Merupakan Tahapan Seleksi
Menanggapi polemik tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan bahwa diklat merupakan bagian dari proses seleksi, bukan jaminan kelulusan menjadi petugas haji.
Wakil Ketua Diklat PPIH Arab Saudi, Kolonel (Purn) Muftiono, menjelaskan bahwa peserta diklat tetap bisa gugur jika tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Dua Bulan Pascabanjir, Warga Kampung Jamat Aceh Tengah Masih Krisis Air Bersih
“Tidak ada toleransi terhadap kelalaian dan ketidakdisiplinan, baik dalam pelatihan maupun hasil pemeriksaan kesehatan,” ujar Muftiono dalam keterangan pers pada Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menegaskan kebijakan tersebut diterapkan demi memastikan petugas haji memiliki kesiapan fisik, mental, dan komitmen tinggi dalam melayani jemaah.
“Kami ingin menghasilkan petugas yang benar-benar siap melayani jemaah, bukan yang berniat sekadar ‘nebeng’ berhaji,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kemenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat enam orang yang telah dikeluarkan dari daftar calon petugas haji 2026.***
Artikel Terkait
Banjir Bandang Aceh Ancam Tradisi Kanji Rumbi, Warga Khawatir Ramadan 2026 Tanpa Bubur Khas
Pernyataan Kepala Bappenas Soal MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja Jadi Sorotan Publik
Reza Arap Buka Suara Usai Kepergian Lula Lahfah, Minta Publik Fokus Dukung Keluarga Almarhumah
Viral Pedagang Es Gabus Sudrajat Diberangkatkan Umrah oleh Aisar Khaled, Terharu Usai 30 Tahun Berjualan
Dua Bulan Pascabanjir, Warga Kampung Jamat Aceh Tengah Masih Krisis Air Bersih
Dugaan Keracunan Massal Program MBG di SMAN 2 Kudus, 118 Siswa Dirawat di Tujuh Rumah Sakit
Kisah Haru Ustaz Deni di Ciparay, Ikhlas Mengajar 85 Santri Meski Hidup Serba Kekurangan