Banjir Bandang Terjang Desa Penakir Pemalang, Material Gunung Slamet Rusak Rumah dan Putuskan Jembatan

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Minggu, 25 Januari 2026 | 21:02 WIB
Kondisi Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang yang diterjang banjir bandang dari hulu Gunung Slamet. (Instagram/pemalang.update)
Kondisi Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang yang diterjang banjir bandang dari hulu Gunung Slamet. (Instagram/pemalang.update)

TITIKTEMU.CO - Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang yang terjadi pada Jumat malam, 23 Januari 2026. Arus deras membawa material dari hulu Gunung Slamet, mulai dari batu besar, batang kayu, hingga lumpur tebal yang menghantam kawasan permukiman warga.

Sejumlah dusun di Desa Penakir, seperti Sawangan, Sarangan, dan Sigeblog, kini tertutup endapan lumpur serta tumpukan kayu yang berserakan hampir di seluruh area.

“Informasi dari Penakir, Sarangan kondisinya penuh lumpur. Astaghfirullah,” ujar perekam video dalam unggahan akun Instagram @pemalang.update, Minggu (25/1/2026).

Baca Juga: Keanu Agl Ungkap Rencana Liburan Terakhir Bersama Lula Lahfah ke Thailand: Semua Sudah Disiapkan

Rumah Rusak dan Jembatan Terputus

Dalam rekaman video tersebut, terlihat jalan-jalan desa tertutup material banjir berupa kayu gelondongan dan batu-batu besar. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan akibat hantaman batu yang diduga terbawa langsung dari kawasan pegunungan.

“Rumah-rumah rusak, batu-batu ini pasti terbawa dari atas. Jembatan di sini juga terputus,” ujar perekam video.

Disebutkan, sedikitnya enam rumah di kawasan terdampak mengalami kerusakan serius. Wilayah tersebut menjadi titik terparah karena material berukuran besar mampu terbawa hingga ke permukiman bawah.

Ratusan Warga Dievakuasi ke Lokasi Pengungsian

Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui unggahan resmi pada Minggu, 25 Januari 2026, menyampaikan bahwa proses evakuasi warga telah dilakukan ke sejumlah titik pengungsian yang dinilai aman.

Baca Juga: Kemenkeu Tegaskan Isu Dana Rp200 Triliun ke Bank Himbara Adalah Hoaks, Ini Penjelasan Lengkapnya

Beberapa lokasi pengungsian di antaranya berada di gedung kecamatan, SD Negeri Penakir 2, gedung NU, serta sejumlah posko darurat lainnya.

“Sekitar 400 warga mengungsi di kecamatan, sementara di SD kurang lebih 600 orang. Sisanya tersebar di posko-posko aman di beberapa RT,” kata Agus, Kepala Desa Penakir, di lokasi.

Ia menambahkan, para pengungsi saat ini sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa logistik, obat-obatan, alas tidur, selimut, serta perlengkapan khusus untuk balita dan bayi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X