Tetap Mendukung Acara Revitalisasi
Meski menyayangkan insiden tersebut, GKR Timoer menegaskan Keraton Surakarta tetap mendukung agenda revitalisasi. Dia menyebut pihak keraton ikut berkontribusi demi kelancaran acara peresmian.
Menurut GKR Timoer, pihak keratin ikut membantu persiapan teknis, termasuk memfasilitasi ruang untuk berganti pakaian bagi Fadli Zon.
“Saya hidupkan AC-nya, saya bersihkan, saya siapkan,” ungkapnya, merujuk pada Kamar Nyonya yang digunakan untuk berganti busana.
Di akhir pernyataannya, GKR Timoer tetap menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah dan Kementerian Kebudayaan dalam upaya revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta.
Penjelasan Fadli Zon soal Revitalisasi
Sebelum polemik mencuat, Fadli Zon memang menaruh perhatian besar pada revitalisasi Keraton Solo. Dia menyebut Panggung Songgo Buwono sudah diselesaikan dalam tahap revitalisasi, bersama Museum Keraton Solo.
“Revitalisasi di Keraton Solo kemarin kita selesaikan Panggung Songgo Buwono. Museum Keraton Solo tahap pertama sudah selesai, nanti akan kita lanjutkan,” ujar Fadli Zon.
Terkait konflik internal Keraton Solo, dia menilai perbedaan pandangan di seharusnya diselesaikan melalui musyawarah agar tidak menghambat proses pelestarian budaya.
“Kita harapkan keluarga itu bermusyawarah untuk mufakat,” imbuhnya.
Baca Juga: Raja Surakarta PB XIV Purbaya Susun Bebadan Baru Keraton, Ini Daftarnya
Bantahan dari Pihak KGPA Tedjowulan
Di tengah kritik yang berkembang, Mahamenteri Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan justru membantah tudingan pelecehan adat.
Melalui juru bicaranya, Kanjeng Pakoenegoro, pihak KGPA Tedjowulan menegaskan bahwa Fadli Zon naik ke Panggung Songgo Buwono dengan izin resmi.
“Tidak ada pelecehan adat. Seluruh rangkaian kegiatan sudah seizin Maha Menteri KGPA Tedjowulan sebagai pelaksana fungsi ad interim Raja,” kata Pakoenegoro.
Artikel Terkait
Begini Kronologi Kisruh Dua Raja di Keraton Surakarta dari Awal hingga Kini
Suksesi Keraton Solo dari Masa ke Masa: Konflik Tak Berujung dalam Dinasti Mataram Surakarta
Prosesi Jumenengan Tandai Gusti Purbaya Naik Takhta sebagai Pakubuwono XIV, Babak Baru Keraton Surakarta di Tengah Konflik
Sejarah Keraton Surakarta: Ketika Paku Buwono IV Dikepung VOC, Hamengkubowono I dan Mangkunegara
Keraton Solo: Jumenengan PB XIV Sah dan Final!
Setelah Penobatan Paku Buwono XIV Purbaya sebagai Raja Baru, Bagaimana Masa Depan Keraton Surakarta?