BNPN: Banjir Bandang Aceh–Sumatera Tewaskan 969 Orang, Pencarian Terus Dilakukan

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Kamis, 11 Desember 2025 | 14:25 WIB
BNPN: Banjir Bandang Aceh–Sumatera Tewaskan 969 Orang, Pencarian Terus Dilakukan. (ANTARAFOTO)
BNPN: Banjir Bandang Aceh–Sumatera Tewaskan 969 Orang, Pencarian Terus Dilakukan. (ANTARAFOTO)

Baca Juga: Profil PT Tusam Hutani Lestari: Konsesi, Kegiatan Usaha, dan Polemik yang Mengiringinya

Aceh Catat Korban Jiwa Terbanyak

Dari tiga provinsi, Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal tertinggi, yaitu 391 orang, sementara 31 warga masih hilang.

Banyak daerah di Aceh yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat akibat jembatan runtuh atau tertutup material longsor. Kondisi itu membuat proses pencarian dan penyaluran bantuan lambat.

Di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal mencapai 338 orang, dan 138 orang masih hilang. Proses pencarian an evakuasi sempat terhambat derasnya arus dan cuaca ekstrem.

Baca Juga: Dark Triad Personality, Pejabat di Tengah Bencana: Berhenti Cari Perhatian! 

Sementara itu, Sumatera Barat melaporkan 238 korban meninggal dan 93 orang hilang. Sejumlah daerah mengalami kerusakan parah pada infrastruktur.

Jika melihat data per kabupaten/kota, Kabupaten Agam di Sumatera Barat mencatat angka korban meninggal dunia tertinggi, yaitu 181 orang.

Daerah ini terdampak banjir bandang yang membawa material batu besar dan lumpur dalam jumlah besar, merusak rumah-rumah warga serta fasilitas publik.

Urutan berikutnya adalah Aceh Utara yang tercatat 138 korban meninggal, disusul Tapanuli Tengah dengan 110 korban meninggal.

Ketiga daerah tersebut menjadi fokus utama tim SAR karena tingginya jumlah korban serta luasnya area pencarian.

Baca Juga: Konsesi Raksasa dengan Isu Merusak Ekologi, Siapa Berada di Balik PT Tusam Hutani Lestari?

Pencarian Korban dan Penanganan Masih Berlangsung

BNPB menyampaikan jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, relawan, dan warga terus melakukan pencarian di wilayah-wilayah yang sulit diakses.

Banyak titik pencarian berada di daerah yang masih tertutup material longsor atau hanya bisa dijangkau menggunakan perahu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X