Bencana Tidak Pernah Datang Sendiri
Banjir di Sumatra Utara mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa. Bencana ini bukan hanya karena curah hujan ekstrem, tapi juga dipengaruhi perubahan bentang alam akibat aktivitas industri dan perkebunan.
Pakar lingkungan menilai penggundulan hutan, pelebaran lahan kerja tanpa kontrol, dan buruknya pengawasan perusahaan dapat memperparah kerentanan bencana.
Ketika resapan air hilang dan sedimentasi meningkat, sungai tidak lagi mampu menahan limpahan air hujan.
Saatnya Transparan dan Akuntabel
Keterlibatan perusahaan dalam bencana ekologis bukan isu baru. Di banyak daerah, pola kerusakan alam cenderung berulang.
Hal ini terjadi karena lemahnya penegakan hukum, minimnya pengawasan, serta masih adanya praktik pembukaan lahan yang tidak sesuai standar.
Untuk Batang Toru, pemanggilan perusahaan adalah langkah penting untuk menilai sejauh mana kepatuhan mereka terhadap aturan. Audit lingkungan yang dilakukan KLH dapat menjadi titik balik.***
Artikel Terkait
Bupati Samosir Imbau Warga Tolak Bantuan dari Toba Pulp Lestari
Tanggap Bencana Sumut-Sumbar, BRI Salurkan Bantuan Untuk Percepat Pemulihan Warga yang Terdampak
Mengungkap Pemilik Allied Hill Limited: Sosok Joseph Oetomo di Balik Toba Pulp Lestari
Hikayat Kopi di Tanah Gayo: Warisan Tradisi dan Ketekunan dari Ujung Barat Nusantara
Ketika Danau Singkarak Jadi Jernih Seperti Sungai Swiss Usai Banjir Bandang, Apa yang Terjadi?
Air Mata di Nagatimbul: Kisah Seorang Anak Kehilangan Ayah dalam Longsor Tapanuli
Jejak Hutan di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Gayo