Suharyanto mengatakan bahwa Panglima Kodam Bukit Barisan akan mengerahkan satu helikopter besar untuk mengirim logistik dari atas.
“Logistik nanti akan dijatuhkan dari udara. Harapannya, sambil menunggu jalan dibuka alat berat, warga tetap mendapat kebutuhan dasar,” katanya.
Suharyanto juga menyampaikan kabar mengenai Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri, yang sebelumnya sempat dikabarkan hilang.
Ia ternyata berada di wilayah yang aksesnya terputus dan harus berjalan satu hari penuh melewati medan terjal untuk kembali ke Sibolga.
Baca Juga: Kasus Pungli Alsintan: Mentan Amran Langsung Pecat Staf yang Tipu Petani
Kondisi Sibolga dan Tapanuli Tengah: Masih Terisolir
Laporan terbaru menunjukkan bahwa Kota Sibolga masih benar-benar terisolir.
Satu-satunya cara mengirim bantuan adalah melalui laut dan udara.
“Tapanuli Tengah bisa diakses lewat darat, tapi bantuannya harus dialihkan lewat Pinangsori,” jelas Suharyanto.
Ia menjamin operasi udara akan terus dilakukan hingga situasi mulai stabil.
“Tanggap darurat bisa diperpanjang, bergantung kondisi lapangan. Yang jelas, setiap hari harus ada perbaikan,” katanya.
Data Pengungsi Terkini
Hingga Sabtu sore, 29 November 2025, jumlah pengungsi tercatat:
Artikel Terkait
Kasus Pungli Alsintan: Mentan Amran Langsung Pecat Staf yang Tipu Petani
Hidup Berantakan? 10 Kebiasaan Diam-Diam yang Merusak Masa Depan Tanpa Kita Sadari
Purbaya Soroti Dana Mengendap Rp1.000 Triliun: Mesin Moneter Belum Jalan, Ekonomi Melambat?
Prabowo Blak-blakan Soal Anak Jenderal Tak Sopan: ‘Suruh Menghadap Saya!'
5 Upgrade Gila di Taxi Driver 3: Mobil Baru, Musuh Global, Aksi Balas Dendam Makin Brutal
Ketika Logistik Terputus: Kisah Warga Berebut Harapan di Tengah Krisis Tapanuli dan Aceh
Daftar Nomor Darurat Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Bangkit dari Gelap: Kisah Kebebasan dan Renungan Hidup Ira Puspadewi Setelah 10 Bulan Terpenjara
Prabowo Menggebrak: Saat Presiden Turun Tangan Menghentikan ‘Permainan Anggaran di Negeri Sendiri
Prabowo Bentuk Satgas Darurat Jembatan: Langkah Cepat Negara Menyelamatkan Akses Pendidikan Anak Pedalaman