Purbaya Yudhi Sadewa Minta 1 Tahun Benahi Bea Cukai, Ancaman Pembekuan DJBC Jika Reformasi Gagal

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Jumat, 28 November 2025 | 20:54 WIB
Menkeu Purbaya singgung citra buruk Bea Cukai di mata masyarakat. (Tangkapan layar YouTube TV Parlemen)
Menkeu Purbaya singgung citra buruk Bea Cukai di mata masyarakat. (Tangkapan layar YouTube TV Parlemen)

Purbaya menjelaskan bahwa teknologi ini sangat diperlukan untuk menutup celah terjadinya penyimpangan serta meningkatkan akurasi monitoring barang masuk dan keluar.

“Kita pelajari dengan serius. Perkembangannya sudah cukup baik, dan saya yakin tahun depan sistemnya sudah jauh lebih aman,” ujarnya.

Ia optimistis bahwa integrasi AI akan meminimalkan peluang manipulasi, memperketat pengawasan, serta mengurangi potensi interaksi rawan korupsi.

Baca Juga: Timnas U-22 Indonesia Resmi Berangkat ke SEA Games 2025: Hanya Jalani Dua Laga Grup Usai Drawing Diubah

Upaya Memulihkan Kepercayaan Publik

Pemerintah menyadari bahwa mengembalikan kepercayaan publik terhadap Bea Cukai bukan tugas mudah. Kasus-kasus sebelumnya, mulai dari dugaan pelanggaran hingga gaya hidup mewah pegawai, telah memperburuk citra DJBC.

Melalui langkah reformasi struktural dan pemanfaatan teknologi, Purbaya menargetkan pemulihan integritas DJBC sebagai lembaga yang profesional dan dapat dipercaya.

“Harapannya, Bea Cukai bisa bekerja lebih profesional dan bersih,” tegasnya.

Tahun ke depan menjadi periode penentu bagi DJBC. Keberhasilan atau kegagalan reformasi tidak hanya berdampak pada keberlangsungan lembaga, tetapi juga nasib ribuan pegawainya dan citra Kementerian Keuangan di hadapan publik.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X