Pakar Hukum Soroti Kejanggalan Kematian Dirut Bank BJB dan Minta Investigasi Menyeluruh

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 24 November 2025 | 09:15 WIB
Praktisi Hukum sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik FH UPN Veteran Jakarta, Beniharmoni Harefaisu soroti isu kecelakaan yang iringi kabar wafatnya Dirut BJB, Yusuf Saadudin.  (Dok. UPN Veteran Jakarta)
Praktisi Hukum sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik FH UPN Veteran Jakarta, Beniharmoni Harefaisu soroti isu kecelakaan yang iringi kabar wafatnya Dirut BJB, Yusuf Saadudin. (Dok. UPN Veteran Jakarta)

TITIKTEMU.CO - Praktisi hukum sekaligus Wakil Dekan Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta, Beniharmoni Harefa, meminta agar wafatnya Direktur Utama Bank BJB, Yusuf Saadudin, ditelusuri melalui penyelidikan komprehensif.

Ia menilai langkah ini krusial untuk menghindari munculnya spekulasi sekaligus menjaga akuntabilitas sebuah lembaga publik.

Beniharmoni mengungkapkan belasungkawa mendalam, namun mengakui bahwa kematian sang direktur yang terjadi setelah aktivitas bermain golf memunculkan sejumlah pertanyaan wajar dari masyarakat.

Baca Juga: MUI Terbitkan Fatwa Pajak Berkeadilan sebagai Respons Kenaikan PBB yang Dinilai Tidak Adil

Kejanggalan yang Memicu Pertanyaan Publik

Menurutnya, beberapa hal terasa janggal karena Yusuf Saadudin sebelumnya tidak menunjukkan gejala medis apa pun.

“Publik wajar bertanya-tanya, sebab almarhum wafat setelah bermain golf dan tidak ada riwayat sakit sebelumnya,” ujarnya kepada Kilat.com pada Sabtu, 22 November 2025.

Ia menegaskan bahwa desakan investigasi bukan bertujuan menyudutkan pihak mana pun, melainkan memastikan proses transparan yang menghasilkan jawaban tegas bagi publik.

Baca Juga: 20 Dokumen yang Dicari, 20 Kali Ditolak: Bonjowi vs UGM dan Misteri Ijazah Jokowi

Akuntabilitas Penting untuk Jaga Kepercayaan Publik

Beniharmoni menyebut, tanpa keterangan resmi, misteri penyebab kepergian pimpinan bank daerah terbesar di Indonesia itu akan terus menjadi bahan spekulasi.

Karena itu, ia mendorong aparat berwenang serta manajemen BJB membuka ruang bagi penyelidikan profesional dan memberikan klarifikasi yang diperlukan.

Baca Juga: Lift Kaca Pantai Kelingking Dibongkar: Dari Ambisi Wisata Mewah ke 5 Pelanggaran Beruntun

Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari tata kelola perusahaan yang baik, terlebih karena Bank BJB adalah perusahaan terbuka yang harus menjaga kepercayaan nasabah, pemegang saham, dan stabilitas pasar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X