Gibran Rakabuming Curi Perhatian di KTT G20 Johannesburg, Angkat Isu Gaza hingga Promosikan QRIS

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Minggu, 23 November 2025 | 21:45 WIB
Menyoroti pernyataan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka di KTT G20 Johannesburg, Afrika Selatan, pada Minggu, 23 November 2025. (YouTube/Wakil Presiden RI)
Menyoroti pernyataan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka di KTT G20 Johannesburg, Afrika Selatan, pada Minggu, 23 November 2025. (YouTube/Wakil Presiden RI)

TITIKTEMU.CO - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menjadi pusat perhatian pada hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Minggu, 23 November 2025. Kehadirannya sekaligus menjadi debut internasional pertamanya sebagai wakil presiden dalam forum global berskala besar.

Saat menghadiri berbagai agenda, Gibran terlihat membangun komunikasi hangat dengan sejumlah pemimpin dunia. Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah ketika ia berbincang akrab dengan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva. Keduanya berjabat tangan, berpelukan, dan terlibat percakapan ringan di sela-sela acara. Lula bahkan sempat menanyakan kabar Presiden RI Prabowo Subianto melalui penerjemah.

“Bagaimana kabar Presiden Prabowo?” tanya Lula.
“Dia baik, terima kasih,” jawab Gibran dalam Bahasa Inggris.

Baca Juga: Koalisi Masyarakat Sipil Siap Tempuh Jalur Hukum hingga Internasional jika KUHAP Baru Tetap Diberlakukan

Selain itu, Gibran juga terlihat berdiskusi serius dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menjelang sesi foto resmi. Ia turut berinteraksi dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dalam suasana yang sama aktif dan terbuka.

Gibran Angkat Krisis Global: Gaza hingga Ukraina

Dalam sesi kedua KTT G20, Gibran menggunakan kesempatan untuk menyoroti berbagai krisis kemanusiaan yang berlangsung di dunia. Ia menegaskan bahwa banyak bencana yang terjadi bukan semata-mata karena faktor alam, melainkan akibat konflik yang disebabkan manusia.

“Kita melihat hal ini di Gaza, Ukraina, Sudan, Sahel, dan berbagai wilayah lainnya. Konflik telah menghancurkan rumah, merampas harapan, dan menghilangkan mata pencaharian,” ujar Gibran.

Ia menekankan pentingnya menempatkan nilai kemanusiaan sebagai prioritas dalam tata kelola global.

Baca Juga: Pencekalan 6 Bulan Roy Suryo dan 7 Tersangka Kasus Ijazah Jokowi: Ini Penjelasan Terbarunya

“Dunia tidak boleh membiarkan penderitaan manusia yang bisa dicegah menjadi bagian dari normal baru,” tambahnya.

Gibran juga mengingatkan bahwa G20, yang mewakili 85 persen dari PDB dunia, memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan kepemimpinan dan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan ketahanan.

Tawarkan QRIS dan Wacanakan Dialog Intelijen Ekonomi

Pada sesi berbeda, Gibran memperkenalkan QRIS sebagai inovasi pembayaran digital nasional yang berhasil meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Ia menilai bahwa teknologi sederhana dan berbiaya rendah seperti QRIS mampu mempersempit kesenjangan ekonomi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X