Fenomena Ratu MBG: Bisnis Dapur Gizi, Keuntungan Fantastis, dan Elit pun Menyingkirkan UMKM

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Minggu, 23 November 2025 | 20:15 WIB
Fenomena Ratu MBG: Bisnis Dapur Gizi, dan Elit pun Menyingkirkan UMKM. (Antarafoto/Rivan Awal Lingga)
Fenomena Ratu MBG: Bisnis Dapur Gizi, dan Elit pun Menyingkirkan UMKM. (Antarafoto/Rivan Awal Lingga)

TITIKTEMU.CO - Di usia 20 tahun, Yasika Aulia Ramadhany sudah disebut-sebut sebagai “ratu MBG” berkat kepemilikannya atas puluhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun semakin besar skala bisnis ini, semakin banyak pula sorotan yang muncul. Mulai dari soal keuntungan jumbo, peran keluarga politik, hingga persoalan desain kebijakan MBG itu sendiri.

Program MBG menjadi salah satu proyek terbesar pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Namun, program untuk membasmi stunting ini justru bergulir menjadi sektor bisnis bernilai fantastis.

Baca Juga: Istana Tegaskan Pembentukan Tim Koordinasi MBG untuk Perkuat Kinerja Badan Gizi Nasional 

Ya, di tengah polemik ini, nama Yasika Aulia Ramadhany mencuri perhatian. Betapa tidak, mahasiswi berusia 20 tahun itu mengelola 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), istilah resmi untuk dapur MBG.

Dapur-dapur tersebut tersebar di empat wilayah di Sulawesi Selatan. Sebanyak 16 di Kota Makassar, 3 di Parepare, 2 di Gowa, dan 10 di Kabupaten Bone.

Semua dapur itu berada di bawah payung Yayasan Yasika Group, meski secara legal menggunakan banyak nama yayasan berbeda.

Tidak mengherankan jika sosok ini menjadi sorotan, mengingat investasi yang dikeluarkan untuk mendirikan satu SPPG tidaklah kecil, sekitar Rp 1,5 miliar untuk bangunan dan perlengkapannya.

Jika dihitung total, investasi Yayasan Yasika Group mencapai Rp 61,5 miliar untuk 41 dapur, dan bisa bertambah Rp 4,5 miliar bila tiga dapur baru ikut beroperasi. Angka yang luar biasa besar untuk ukuran pengusaha muda.

Baca Juga: Kandungan Susu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tuai Sorotan, Pemerintah Pastikan Setara Susu Segar dan Sesuai Standar BPOM

Bisnis Bergizi yang Untungnya Berlipat

Setiap dapur MBG idealnya melayani 3.000–3.500 porsi. Jika 41 dapur Yasika Group beroperasi penuh, maka total layanan mereka diperkirakan mencapai 123.000 hingga 143.500 porsi setiap hari.

Pemerintah mematok harga satu porsi makanan MBG sebesar Rp15.000, dengan rincian  biaya:

  • Rp 10.000 untuk bahan makanan
  • Rp 3.000 untuk biaya operasional dapur
  • Rp 2.000 untuk keuntungan pemilik SPPG

Berdasarkan perhitungan Ombudsman, Yasika Group memiliki potensi meraih Rp246 juta hingga Rp 287 juta per hari, atau Rp 4,92 miliar hingga Rp 5,74 miliar per bulan. Ini keuntungan bersih, bukan omzet.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Facebook/Made Supriatma

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X