Seskab Teddy Indra Wijaya Dipuji sebagai Wajah Baru Birokrasi Humanis, Popularitas Melonjak di Mata Publik

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Senin, 17 November 2025 | 21:42 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 di Tangerang Selatan. (Dok. Setkab RI)
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 di Tangerang Selatan. (Dok. Setkab RI)

TITIKTEMU.CO - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya kembali mencuri perhatian publik berkat pendekatan kepemimpinannya yang aktif turun langsung bertemu masyarakat.

Pengamat politik Amsori Baharudin Syah menilai gaya tersebut merupakan praktik empathetic governance, yakni model kepemimpinan publik yang menonjolkan kedekatan emosional, bukan sekadar menjalankan fungsi struktural.

Menurut Amsori, Teddy memperlihatkan komitmen nyata dalam menghadirkan negara di tengah rakyat.

“Apa yang dilakukan Teddy Indra Wijaya adalah bentuk pelayanan publik. Ia hadir bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai manusia yang mau mendengar,” ujar Amsori, Sabtu, 15 November 2025.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Pastikan Kekayaan Negara untuk Seluruh Rakyat

Turun ke Akar Rumput, Dengarkan Aspirasi Warga

Kunjungan Teddy ke berbagai daerah selalu melibatkan dialog langsung dengan masyarakat. Ia aktif menyapa, mendengar keluhan, dan menjaring aspirasi warga.

Amsori menegaskan bahwa aktivitas tersebut bukan sebatas seremoni, melainkan wujud kepemimpinan yang tulus dan dekat dengan rakyat.

Contoh Birokrasi Humanis di Pemerintahan

Amsori juga menilai bahwa Teddy menghadirkan gaya birokrasi yang lebih manusiawi. Ketika pejabat tinggi turun langsung ke permukiman, mereka tidak hanya hadir secara fisik, tetapi ikut berdiskusi dan mencari solusi bersama warga.

“Ini bukan hanya turun ke lapangan. Ini cara memanusiakan warga,” jelasnya.

Menurut Amsori, model pendekatan ini membuat pejabat lebih mudah memahami persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga kebijakan yang dirumuskan menjadi lebih tepat sasaran.

Baca Juga: Arsul Sani Bantah Tuduhan Ijazah Palsu: Tunjukkan Dokumen Asli dan Ungkap Riwayat Studi Sejak 2011

Bangun Legitimasi Pemerintah Lewat Kehadiran Empatik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X