Dari kecintaannya pada musik itulah, ia mulai belajar bahasa Jepang — sebuah keputusan yang kemudian terbukti berguna.
Kini, Jessie bekerja sebagai peneliti postdoctoral di Kyushu University, Jepang, melanjutkan kiprahnya di dunia riset internasional. “Ternyata hobi belajar bahasa Jepang dulu bermanfaat banget,” ujarnya sambil tersenyum.
Pesan Inspiratif dari Sang Doktor Muda
Di balik semua prestasinya, Jessie tidak menutupi bahwa jalan menuju gelar doktor penuh tantangan.
Ia mengakui, “S3 itu memang sulit, tapi kalau dijalani dengan semangat dan strategi yang tepat, semuanya bisa tercapai.”
Pesan sederhananya menjadi pengingat bagi generasi muda: kesuksesan tidak datang dalam semalam, tetapi melalui kerja keras, disiplin, dan keberanian untuk terus belajar.***
Artikel Terkait
Era AI Bukan Akhir Peran Manusia: Kuasai Data Analytics untuk Kendalikan Teknologi, Bukan Tergantikan!
DPR Desak Kemenperin Telusuri Distribusi Udang Beku Diduga Terpapar Radioaktif Cs-137 ke Pasar Lokal
COO Danantara Optimistis Rencana Redenominasi Rupiah Tak Ganggu Dunia Usaha, Justru Perkuat Ekonomi Nasional
50 Link Twibbon Hari Ayah 12 November 2025, Gaskeun!
ICW Nilai KPK Mulai Bangkit di Era Prabowo: ‘Macan yang Baru Bangun Tidur’ dalam Pemberantasan Korupsi
Mahfud MD Soroti Titik Terburuk Polri Ada di Penegakan Hukum: Reformasi Ditargetkan Rampung Tiga Bulan
Peringati Hari Pahlawan 2025, IFG Kobarkan Semangat Kepahlawanan Lewat Aksi Nyata dan Kepedulian Sosial
Jusuf Kalla Tegas Soal Sengketa Lahan: Mafia Tanah Harus Diberantas Secara Sistemik
Mahfud MD Minta UGM Tak Terlibat dalam Perdebatan Soal Ijazah Jokowi, Cukup Beri Konfirmasi Formal
BRI Dorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Jadi Simpul Keuangan Penggerak Ekonomi Desa Lewat AgenBRILink