Baca Juga: Polda Metro Jaya Tetapkan 8 Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Presiden Jokowi
Penemuan Benda Mirip Senjata Api
Beberapa jam setelah kejadian, polisi menemukan dua benda mirip senjata api di lokasi ledakan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan penemuan tersebut.
“Benar, ada benda menyerupai senjata api. Tapi kita belum bisa memastikan apakah rakitan atau pabrikan,” ujarnya.
Namun, Lodewijk menegaskan bahwa benda tersebut bukan senjata asli, melainkan senjata mainan. “Setelah kami periksa, itu senjata mainan. Jadi bukan senjata beneran,” katanya.
Meski demikian, penemuan tersebut menimbulkan tanda tanya besar karena pada bagian laras benda itu tertulis, “14 Words. For Agartha”, dan di bodinya terdapat tulisan “Brenton Tarrant. Welcome to Hell”.
Tulisan ini mengacu pada pelaku penembakan massal di Christchurch, Selandia Baru, tahun 2019.
Lodewijk menekankan agar masyarakat tidak terburu-buru mengaitkan peristiwa ini dengan aksi terorisme. “Jangan jumping conclusion bahwa ini aksi teroris. Kita belum sampai ke sana,” ujarnya.
Terduga Pelaku Masih Remaja
Informasi terbaru datang dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, yang menyebut terduga pelaku peledakan adalah remaja berusia 17 tahun.
“Saya mendapat informasi pelaku masih dioperasi karena ikut menjadi korban dalam ledakan itu,” ujar Dasco di RS Islam Cempaka Putih.
Belum ada keterangan resmi apakah terduga pelaku merupakan siswa SMAN 72. Namun, sejumlah saksi di lokasi menyebut pelaku dikenal sebagai siswa yang pendiam dan sering dirundung teman-temannya.
“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak,” ujar seorang pelajar dilansir dari Antara.
Seorang siswa lain juga mengatakan pelaku sering membuat gambar mengerikan dan lebih sering menyendiri. Setelah ledakan terjadi, tubuhnya disebut ditemukan tergeletak di area belakang sekolah.
Artikel Terkait
Apakah VIR Indonesia Halal atau Haram? Cek Fakta dan Tanda Skema Ponzi
Jaga Ekosistem Lingkungan, BRI Peduli Ajak Anak Muda Tanam Mangrove dan Kelola Limbah Plastik
Program Pemagangan Nasional Batch 2 Resmi Dibuka: 80 Ribu Lulusan Baru Siap Diterjunkan ke Dunia Industri
IKN Dituding Jadi Kota Hantu, Begini Respons Otorita dan Purbaya Yudha Sadewa
Menanti Penobatan Raja Solo yang Baru: Apakah Suksesi Bakal Berlangsung Tanpa Konflik?
Terinspirasi Kegagalan Tugas Anak, UMKM Tekstil Ramah Lingkungan Asal Bekasi Ini Terus Berkembang Bersama BRI