TITIKTEMU.CO, Bekasi - Usaha tekstil ramah lingkungan kini semakin berkembang di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Adalah Aminah Tri Astuti, salah satu pelaku UMKM bernama Qaniacraft Ecoprint yang berlokasi di Kranggan Permai, Bekasi ini Mengusung konsep sustainable fashion.
Baca Juga: Silsilah Lengkap Pakubuwana XIII: Garis Keturunan, Istri, dan Putra Mahkota Penerus Tahta
Aminah mengolah kain dengan motif alami dari dedaunan dan pewarna nabati.
Menariknya, ide usaha ini berawal dari hal sederhana. Aminah mengenal ecoprint secara tidak sengaja ketika membantu anaknya membuat tugas sekolah.
“Anak saya waktu itu dapat tugas membuat shibori. Saat mencari referensi di internet, saya justru menemukan teknik ecoprint. Dari situ saya coba sendiri di rumah, meski percobaan pertama gagal karena saya salah pakai alat,” ujarnya.
Baca Juga: Jaga Ekosistem Lingkungan, BRI Peduli Ajak Anak Muda Tanam Mangrove dan Kelola Limbah Plastik
Kegagalan tersebut justru membuatnya semakin tertarik. Saat pandemi berlangsung, ia memanfaatkan waktu di rumah untuk mempelajari teknik ecoprint lebih dalam melalui workshop daring dan komunitas sesama pengrajin.
Kini, Qaniacraft memproduksi berbagai jenis busana seperti pashmina, outer, vest, hingga busana modern. Produk berbahan kain alami ini dikerjakan secara manual dengan teknik yang memerlukan waktu dan ketelatenan tinggi.
Baca Juga: 5 Game PPSSPP Bola Terbaik yang Wajib Dicoba untuk Penggemar Sepak Bola
Dalam proses produksinya, Qaniacraft Ecoprint menggunakan teknik pewarnaan alami yang seluruhnya dilakukan secara manual.
Aminah menjelaskan bahwa ecoprint memiliki beberapa metode, seperti pounding (dipukul) dan steam (dikukus).
Teknik yang digunakan Qaniacraft membutuhkan waktu cukup lama, antara dua hingga tiga minggu. Prosesnya dimulai dari kain putih yang dibersihkan terlebih dahulu melalui tahap scouring untuk menghilangkan sisa minyak pabrik.
Kemudian kain masuk ke tahap mordan, yaitu proses menyiapkan kain agar dapat menyerap warna alami dengan baik.
Artikel Terkait
Batik, Dibabar dan Dititik. Jangan Pernah Menyebut Ecoprint Sebagai Batik
Batik Ecoprint Beragam Warna di Paviliun Jateng Inacraft Jangan Dilewatkan
Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Tinggi, Pelaku UMKM di Solo Sukses dengan Pemberdayaan BRI
BRI Peduli Beri Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah di Bogor, Turut Jaga Ekosistem Lingkungan
FLOII Expo 2025, BRI Dorong Ekosistem Hortikultura Indonesia ke Pasar Global
Kolaborasi BRI dan Koperasi Merah Putih, AgenBRILink Buka Akses Keuangan dan Dorong Ekonomi Desa Padang Mantinggi