Solusi Bukan Hanya di Kata “Kurangi Plastik”
Meski akar masalahnya plastik, jalan keluarnya lebih luas:
Memperkuat pengelolaan sampah dan melarang pembakaran terbuka yang melepaskan mikroplastik ke udara.
Meningkatkan vegetasi kota untuk menyerap lebih banyak partikel udara.
Melakukan pemantauan mikroplastik secara rutin agar kebijakan berbasis data menjadi nyata.
Edukasi publik: dari memilih bahan tekstil, menggunakan transportasi ramah lingkungan, hingga sadar bahwa plastik sekali pakai punya konsekuensi atmosferik.***
Artikel Terkait
Beasiswa Stipendium Hungaricum 2026: Peluang Kuliah Gratis di Hungaria Tanpa Batas Usia dan IPK
Lulus Doktor di UGM Hanya 2 Tahun 10 Bulan: Kisah Inspiratif Roro dan Filosofi Belajarnya
Tim Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis: Strategi Baru Prabowo Perkuat Kinerja Badan Gizi Nasional
Tempat Makan Dekat ITB Paling Hits 2025, dari Warung Legendaris hingga Kafe
Bayar Transportasi Umum Cukup Tempel HP: Bank Indonesia Luncurkan QRIS Tap In/Out di 5 Moda Jabodetabek
UGM Kembali Jawara: Tim GAMAFORCE Raih Juara Umum KRTI 2025 untuk Ke-8 Kalinya!
Mindfulness Bukan Sekadar Tren: Cara Tetap Waras di Dunia yang Terlalu Cepat
Mahfud MD: KPK Bisa Panggil Jokowi Terkait Dugaan Kejanggalan Proyek Kereta Cepat Whoosh
Istana Tegaskan Pembentukan Tim Koordinasi MBG untuk Perkuat Kinerja Badan Gizi Nasional
Daftar Kelurahan Terdampak Penghentian Sementara Aliran Air PAM Jakarta