Ia menyebut ada tiga kelompok besar yang tumbuh di dalamnya:
1. Kelompok warisan era Jokowi
2. Kelompok partai politik pendukung pemerintah
3. Kelompok Merah Putih inti dekat Prabowo
Menurutnya, dinamika di dalam kabinet inilah yang membuat komunikasi politik kadang terlihat “tidak seragam”.
Kontroversi Purbaya tampaknya belum akan berakhir. Di satu sisi ia dianggap transparan dan lugas, di sisi lain gayanya dinilai berisiko memicu kegaduhan politik.
Namun satu hal jelas: Purbaya sedang memainkan peran penting dalam pemerintahan Prabowo—baik sebagai Menteri Keuangan, komunikator internal, maupun sosok yang digadang-gadang sebagai penjaga kepercayaan publik.***
Artikel Terkait
Visa Umrah 2025: Panduan Lengkap Pengurusan, Jenis Visa, Biaya, hingga Risiko yang Wajib Dipahami
Fenomena Paylater Society: Solusi Keuangan atau Jalan Cepat ke Jeratan Utang?
Investasi vs Nabung: Mana yang Lebih Aman di Tengah Ekonomi Tidak Stabil?
Menkeu Purbaya Tegas Tolak Lanjutkan Skema Burden Sharing: Jaga Independensi BI dan Disiplin Fiskal Negara
WWF-Indonesia dan KLH Dorong Kolaborasi Multipihak Atasi Krisis Plastik, Iklim, dan Keanekaragaman Hayati
Fenomena “Purbaya Everywhere”: Gaya Koboi Menkeu dan Pro-Kontra di Balik Optimisme Ekonomi 8 Persen
Panggung Politik Gaya: Di Balik Fenomena Purbaya Everywhere dan Arah Kebijakan Ekonomi
Melawan Krisis Tiga Lapis, WWF-Indonesia dan KLH/BPLH Wujudkan Ekonomi Sirkular untuk Bumi
Burden Sharing Dihentikan: Langkah Tegas Menkeu Purbaya Memagari Independensi BI dan Stabilitas Fiskal
Digital Nomad Lifestyle: Mitos Kebebasan Finansial atau Realita Kerja Keras?