Meski sudah lama mengenal Riza, Karen mengaku tidak mengetahui bahwa Riza memiliki peran di balik proyek pengadaan Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Merak yang belakangan menyeret banyak nama besar.
Proyek ini dikaitkan dengan perusahaan PT Oiltanking Merak, yang disebut memiliki keterkaitan bisnis dengan Riza Chalid.
Keterangan Karen sejalan dengan kesaksian Hanung Budya Yuktyana, tersangka lain yang juga memberikan kesaksian di persidangan sebelumnya.
Hanung mengaku mendapat tekanan untuk mempercepat kerja sama antara Pertamina dan PT Oiltanking Merak.
Tekanan itu datang melalui Irawan Prakoso yang membawa pesan langsung dari Riza Chalid.
Baca Juga: Letjen (Purn) Glenny Kairupan: Dari Kokpit Helikopter ke Kursi Dirut Garuda Indonesia
Ancaman Jabatan Jika Tolak Tekanan
Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibacakan JPU Triyana Setia Putra, Hanung mengaku dirinya merasa terancam akan dicopot dari jabatannya jika tidak menandatangani dokumen perjanjian kerja sama tersebut. “Ada tekanan dari Mohamad Riza Chalid,” bunyi BAP yang dibacakan jaksa.
Hanung menegaskan bahwa kehadiran Irawan Prakoso sudah menjadi sinyal tekanan kuat yang tidak bisa diabaikan.
Proyek yang Rugikan Negara Triliunan
Menurut dakwaan jaksa, proyek Terminal BBM Merak yang kemudian berubah nama menjadi PT Orbit Terminal Merak disebut telah menyebabkan kerugian negara hingga Rp 2,9 triliun.
Kasus ini sendiri merupakan bagian dari dugaan korupsi besar yang merugikan negara total hingga Rp 285,1 triliun, menjadikannya salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah industri energi Indonesia.
Banyak Nama Besar Terseret, Riza Chalid Masih Buron
Hingga kini, 18 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Sembilan di antaranya sudah menjalani persidangan, termasuk Muhamad Kerry Adrianto Riza (anak Riza Chalid), Yoki Firnandi, Agus Purwono, dan Riva Siahaan. Namun, Riza Chalid sendiri masih buron dan belum menyerahkan diri kepada pihak berwenang.
Berkas perkaranya bahkan belum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
Artikel Terkait
Perang Balpres: Sikap Tegas Pemerintah Bongkar Bisnis Ilegal di Balik Thrifting Murah
Di Balik Gaya Bicara Penuh Ledakan Purbaya, Strategi Komunikasi Politik atau Bumerang Publik?
Letjen (Purn) Glenny Kairupan: Dari Kokpit Helikopter ke Kursi Dirut Garuda Indonesia
Mengenal Gaya Hidup Homestead: Tren Baru Hidup Mandiri dan Kembali ke Alam
Banjir dan Longsor Terjang Sukabumi, 1.800 Warga Terdampak: BPBD Sebut Salah Satu yang Terbesar Tahun Ini
Banjir dan Longsor Mmenerjang Sukabumi, Ribuan Warga Mengungsi
Ini Panduan Itinerary Umrah Mandiri 9 Hari, Lengkap dengan Rute, Jadwal Ibadah, dan Strategi Hemat
Apa Itu Slow Living? Intip Makna, Asal Usul, Manfaat, dan Cara Memulai Hidup Sadar di Tengah Dunia yang Serba Cepat
Isu Kekerasan Seksual di Pesantren: Luka Sunyi yang Tidak Boleh Diabaikan
Pindah ke Desa untuk Hidup Slow Living? Ini 5 Hal Penting yang Wajib Kamu Pertimbangkan Sebelum Memutuskan!