Material yang mengandung radiasi tidak asal dibuang—semuanya diangkat dan dipindahkan ke fasilitas penyimpanan khusus limbah radioaktif atau dikenal sebagai terminal storage.
Baca Juga: Polemik Dana APBD Mengendap di Bank: Purbaya Yudhi Sadewa dan Dedi Mulyadi Saling Klarifikasi
Apa Sebenarnya yang Terjadi?
Menurut Rasio, benda penyebab radiasi di lokasi tersebut diyakini berasal dari limbah industri logam.
Bentuknya berupa slak, yaitu sisa hasil peleburan logam.
Meski masih ditelusuri asalnya, satu hal sudah pasti: kasus ini punya kemiripan dengan skandal Cesium-137 di Cikande, Kabupaten Serang, Banten, yang heboh beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Emas Lagi Galau: Setelah Pecahkan Rekor, Harga Dunia Mendadak Terjun dalam Dua Hari – Ada Apa?
Awal Mula Skandal Cs-137 di Cikande
Kasus radiasi di Cikande menjadi pusat perhatian nasional sejak Agustus 2025.
Awalnya, sejumlah kontainer berisi udang beku ekspor asal Indonesia ditolak oleh Amerika Serikat.
Alasan penolakannya bikin geger: produk tersebut terdeteksi mengandung radiasi Cesium-137.
Informasi dari FDA dan Bea Cukai AS itu kemudian diteruskan ke pemerintah Indonesia.
Pemeriksaan dilakukan besar-besaran oleh BRIN, BAPETEN, KLHK, dan aparat terkait lainnya.
Hasil investigasi pun mengarah ke kawasan industri modern di Cikande, tempat ditemukannya logam bekas yang ternyata menjadi sumber radiasi.
Langkah Mitigasi Pemerintah
Artikel Terkait
Konsol Genggam Asus ROG Xbox Ally dan Ally X Masuk Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harga
BRI Peduli Beri Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah di Bogor, Turut Jaga Ekosistem Lingkungan
Slow Living itu Tidak Sama dengan Bemalas-malasan
Mimpi Slow Living: Benarkah Hidup di Desa Bakal Selalu Nyaman?
Polemik Dana APBD Mengendap di Bank: Purbaya Yudhi Sadewa dan Dedi Mulyadi Saling Klarifikasi
Emas Lagi Galau: Setelah Pecahkan Rekor, Harga Dunia Mendadak Terjun dalam Dua Hari – Ada Apa?
Rp 20 Triliun untuk Reset BPJS Kesehatan: Pemerintah Lunasi Beban Tunggakan Peserta
Raisa Gugat Cerai Hamish Daud, Couple Goals Bakal Berakhir?
Slow Living: Hidup di Desa itu Indah, Tapi Tidak Selalu Mudah
Gelar Apresiasi Desa BRILiaN, Wujud Nyata BRI Komitmen Dukung Asta Cita melalui Pemberdayaan Desa sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi